Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Ahmad Sahroni Desak Penutupan Tambang Ilegal di Sumbar Demi Keamanan dan Lingkungan

Ahmad Sahroni Desak Penutupan Tambang Ilegal di Sumbar Demi Keamanan dan Lingkungan
Ahmad Sahroni/Ist
Rabu, 27 November 2024 06:54 WIB
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak agar tambang-tambang ilegal yang beroperasi di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) segera ditutup secara permanen. Pernyataan ini disampaikan Sahroni saat meninjau penggunaan alat intelijen Kejaksaan Agung pada Selasa (26/11/2024).

“Tambang ilegal harus dihentikan, siapa pun pemilik atau pelindungnya. Tidak ada toleransi untuk aktivitas yang merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan konflik,” tegas Sahroni.

Desakan Sahroni ini berkaitan dengan insiden polisi tembak polisi yang terjadi di Polres Solok Selatan. Kejadian tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas tambang ilegal yang melibatkan sejumlah pihak. Ia telah bertemu langsung dengan Kapolda Sumbar, Irjen Suharyono, untuk membahas langkah penindakan terhadap tambang ilegal di daerah tersebut.

“Ini adalah momentum untuk membersihkan Sumatera Barat dari mafia tambang ilegal. Kami mendukung penuh langkah Kapolda untuk segera menutup tambang-tambang ilegal yang masih beroperasi,” katanya.

Tambang ilegal, menurut Sahroni, tidak hanya merugikan negara secara ekonomi tetapi juga merusak ekosistem dan mengancam keamanan masyarakat sekitar. Ia menilai penutupan tambang-tambang ilegal ini merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan lingkungan di Sumatera Barat.

“Tambang ilegal adalah masalah besar yang harus diatasi dengan tegas. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal lingkungan dan keamanan masyarakat,” tambahnya.

Sahroni berharap aparat penegak hukum, terutama kepolisian, dapat mengambil tindakan nyata dalam memberantas tambang ilegal hingga ke akar-akarnya. Selain itu, ia meminta pemerintah daerah untuk lebih tegas dalam mengawasi aktivitas pertambangan di wilayah mereka. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:rmol.id
Kategori:e-Sports, Sumatera Barat
wwwwww