Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Legislator DKI Dukung Sterilisasi untuk Kendalikan Populasi Kucing

Legislator DKI Dukung Sterilisasi untuk Kendalikan Populasi Kucing
Sabtu, 18 Januari 2025 08:51 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Legislator Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta, Francine Widjojo, menyatakan dukungannya terhadap upaya pengendalian populasi kucing melalui sterilisasi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta mempertahankan status Jakarta yang bebas rabies selama 20 tahun terakhir.

Francine menegaskan bahwa kesehatan hewan memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan manusia. Oleh karena itu, sterilisasi kucing tidak hanya bertujuan mengontrol populasi, tetapi juga mencegah penyebaran penyakit zoonosis.

"Kesehatan hewan berkaitan erat dengan kesehatan manusia," ujarnya, Sabtu (18/1).

Francine menjelaskan bahwa legislatif terus mendorong peningkatan kuota sterilisasi gratis bagi kucing-kucing liar di Jakarta. Pada 2024, jumlah kuota sterilisasi telah mencapai 9.000 ekor, dan ditargetkan meningkat hingga 21.000 ekor pada 2025.

"Sterilisasi untuk mengendalikan populasinya, supaya Jakarta menjadi kota global yang ramah hewan," terangnya.

Dorongan untuk Peningkatan Layanan Kesehatan Hewan

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) perlu memperluas akses layanan kesehatan hewan dengan menyediakan fasilitas yang lebih memadai. Salah satu upaya yang diusulkan adalah pembukaan layanan gawat darurat 24 jam di Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan Ragunan serta di tiap kota administrasi Jakarta.

"Pemprov DKI perlu menyediakan layanan gawat darurat 24 jam untuk hewan, sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan hewan yang terjangkau," ungkapnya.

Selain itu, Francine juga mendorong agar Pemprov DKI merealisasikan pembangunan rumah sakit khusus hewan milik pemerintah.

"Rumah sakit hewan milik pemerintah sudah dibangun di daerah lain, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur. Jakarta seharusnya juga memiliki fasilitas ini," tandasnya. JAKARTA –

wwwwww