Legislator DKI Dukung Sterilisasi untuk Kendalikan Populasi Kucing
![]() |
Penulis: Azhari Nasution
Francine menegaskan bahwa kesehatan hewan memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan manusia. Oleh karena itu, sterilisasi kucing tidak hanya bertujuan mengontrol populasi, tetapi juga mencegah penyebaran penyakit zoonosis.
"Kesehatan hewan berkaitan erat dengan kesehatan manusia," ujarnya, Sabtu (18/1).
Francine menjelaskan bahwa legislatif terus mendorong peningkatan kuota sterilisasi gratis bagi kucing-kucing liar di Jakarta. Pada 2024, jumlah kuota sterilisasi telah mencapai 9.000 ekor, dan ditargetkan meningkat hingga 21.000 ekor pada 2025.
"Sterilisasi untuk mengendalikan populasinya, supaya Jakarta menjadi kota global yang ramah hewan," terangnya.
Dorongan untuk Peningkatan Layanan Kesehatan Hewan
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) perlu memperluas akses layanan kesehatan hewan dengan menyediakan fasilitas yang lebih memadai. Salah satu upaya yang diusulkan adalah pembukaan layanan gawat darurat 24 jam di Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan Ragunan serta di tiap kota administrasi Jakarta.
"Pemprov DKI perlu menyediakan layanan gawat darurat 24 jam untuk hewan, sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan hewan yang terjangkau," ungkapnya.
Selain itu, Francine juga mendorong agar Pemprov DKI merealisasikan pembangunan rumah sakit khusus hewan milik pemerintah.
"Rumah sakit hewan milik pemerintah sudah dibangun di daerah lain, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur. Jakarta seharusnya juga memiliki fasilitas ini," tandasnya. JAKARTA –
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













