Elektabilitas Gerindra Meroket, Tantangan Besar Menanti di Pemilu Mendatang
![]() |
| Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono. (antara/donny aditra) |
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, mengapresiasi hasil survei tersebut namun menegaskan bahwa angka ini bukan alasan untuk berpuas diri. "Ini adalah kepercayaan besar dari rakyat, tetapi juga pengingat bagi kami untuk terus bekerja lebih keras," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.
Sementara Gerindra berada di posisi puncak, PDIP justru mencatat hasil yang berlawanan. Litbang Kompas menunjukkan citra positif PDIP hanya 56,3 persen, terendah di antara delapan partai parlemen, dengan tingkat kepuasan 53,1 persen. Namun, dalam survei Indikator Politik Indonesia, PDIP tetap berada di posisi kedua dengan elektabilitas 13,5 persen.
Dari perspektif data, tren kenaikan Gerindra dapat dikaitkan dengan beberapa faktor utama. Popularitas Prabowo Subianto sebagai calon presiden, strategi komunikasi yang lebih terarah, serta kebijakan populis yang diterapkan di berbagai sektor menjadi kunci utama peningkatan citra partai.
Meski demikian, data juga menunjukkan bahwa dinamika politik Indonesia sangat fluktuatif. Hasil survei yang tinggi saat ini belum tentu menjamin kemenangan dalam pemilu mendatang. Partai harus tetap menjaga konsistensi dalam kebijakan, meningkatkan kerja nyata di masyarakat, serta merespons isu-isu strategis dengan cepat dan tepat.
"PR kita masih banyak, dan hasil survei ini justru menjadi tantangan untuk terus menjaga kepercayaan publik," tambah Budisatrio.
Kedepan, Partai Gerindra harus mampu mempertahankan momentum ini dengan langkah konkret di lapangan. Pemilu 2024 akan menjadi ujian sejati bagi partai dalam mengonversi elektabilitas tinggi menjadi perolehan suara yang signifikan di bilik suara. (ant)
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Kategori | : | Nasional, Metropolitan, DKI Jakarta |













