Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Elektabilitas Gerindra Meroket, Tantangan Besar Menanti di Pemilu Mendatang

Elektabilitas Gerindra Meroket, Tantangan Besar Menanti di Pemilu Mendatang
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono. (antara/donny aditra)
Jum'at, 31 Januari 2025 07:20 WIB
JAKARTA – Partai Gerindra mencatat pencapaian signifikan dalam survei terbaru Litbang Kompas dan Indikator Politik Indonesia. Dengan citra positif mencapai 88,3 persen dan elektabilitas tertinggi di angka 35,9 persen, partai besutan Prabowo Subianto ini mengukuhkan dominasinya di peta politik nasional.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, mengapresiasi hasil survei tersebut namun menegaskan bahwa angka ini bukan alasan untuk berpuas diri. "Ini adalah kepercayaan besar dari rakyat, tetapi juga pengingat bagi kami untuk terus bekerja lebih keras," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Sementara Gerindra berada di posisi puncak, PDIP justru mencatat hasil yang berlawanan. Litbang Kompas menunjukkan citra positif PDIP hanya 56,3 persen, terendah di antara delapan partai parlemen, dengan tingkat kepuasan 53,1 persen. Namun, dalam survei Indikator Politik Indonesia, PDIP tetap berada di posisi kedua dengan elektabilitas 13,5 persen.

Dari perspektif data, tren kenaikan Gerindra dapat dikaitkan dengan beberapa faktor utama. Popularitas Prabowo Subianto sebagai calon presiden, strategi komunikasi yang lebih terarah, serta kebijakan populis yang diterapkan di berbagai sektor menjadi kunci utama peningkatan citra partai.

Meski demikian, data juga menunjukkan bahwa dinamika politik Indonesia sangat fluktuatif. Hasil survei yang tinggi saat ini belum tentu menjamin kemenangan dalam pemilu mendatang. Partai harus tetap menjaga konsistensi dalam kebijakan, meningkatkan kerja nyata di masyarakat, serta merespons isu-isu strategis dengan cepat dan tepat.

"PR kita masih banyak, dan hasil survei ini justru menjadi tantangan untuk terus menjaga kepercayaan publik," tambah Budisatrio.

Kedepan, Partai Gerindra harus mampu mempertahankan momentum ini dengan langkah konkret di lapangan. Pemilu 2024 akan menjadi ujian sejati bagi partai dalam mengonversi elektabilitas tinggi menjadi perolehan suara yang signifikan di bilik suara. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Nasional, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww