Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Voli

Komisi IV Apresiasi Pemprov Sumsel Miliki Karet hingga Kopi yang Jadi Komoditas Unggulan

Komisi IV Apresiasi Pemprov Sumsel Miliki Karet hingga Kopi yang Jadi Komoditas Unggulan
Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo. (Ist)
Jum'at, 18 April 2025 20:26 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo mengapresiasi positif potensi sumber daya alam Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Dimana Sumsel memiliki potensi komoditas unggulan daerah seperti karet, kopi, dan kelapa dalam.

Untuk itu Firma meminta Pemerintah Provinsi Sumsel untuk terus menjaga keberlangsungan tanaman kelapa yang dinilai strategis untuk ketahanan pangan nasional. Tak hanya itu, Firman menyebutkan ada potensi ekspor dari hasil produksi di tiap tahunnya.

“Komoditas karet masih mendominasi ekspor Sumatera Selatan. Tapi kopi juga sudah mulai diekspor ke Tiongkok. Ini menunjukkan potensi besar sektor perkebunan kita,” kata Firman, Jumat (18/4/2025).

Pada kesempatan itu, Firman menegaskan, pemerintah harus segera menggalakkan kembali penanaman kelapa dalam agar Indones ituia tidak bergantung pada impor kelapa, mengingat besarnya kebutuhan nasional terhadap produk turunan kelapa.

“Kita harus antisipasi dari sekarang. Jangan sampai nanti kelapa langka baru kita mulai digalakkan. Jangan sampai ketinggalan dan akhirnya tergantung negara lain untuk memenuhi kebutuhan kelapa,” tegasnya.

Legislator Dapil Jawa Tengah III ini menerangkan Sumatera Selatan tanaman kelapa dalam masih bertahan cukup baik. Meski demikian, usul Firman, perlu langkah konkret dalam pengembangan kebun kelapa untuk menjamin ketersediaan jangka panjang. ***

wwwwww