Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
2
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
11 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
3
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
6 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
4
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
24 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
5
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Home  /  Berita  /  Voli

Jaga Produktivitas Kinerja, Parmusi Jakarta Dukung Perombakan Direksi BUMD di Jakarta

Jaga Produktivitas Kinerja, Parmusi Jakarta Dukung Perombakan Direksi BUMD di Jakarta
Ketua Parmusi Jakarta, Ambardi. (Ist)
Sabtu, 19 April 2025 13:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Jakarta mendukung langkah Gubernur Jakarta Pramono Anung yang mencopot salah satu direksi Bank DKI sebagai buntut macetnya pelayanan bank tersebut, yang dikeluhkan nasabah sejak malam takbiran lalu. Pencopotan itu dianggap bisa menjadi bahan koreksi atas kinerja para direksi seluruh BUMD di Jakarta.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Parmusi Jakarta, Ambardi saat ditemui di salah satu acara di Jakarta. "Gubernur Jakarta harus melakukan perombakan secara menyeluruh di seluruh BUMD di bawah naungan Gubernur Jakarta untuk penyegaran di perusahaan milik Pemprov Jakarta," ucap Ambardi, di Jakarta, Sabtu, (19/4).

Tidak hanya upaya penyegaran di jajaran direksi BUMD, kata Ambardi, evaluasi kinerja juga bisa menjaga produktivitas dan kejenuhan kepemimpinan BUMD di Jakarta

"Mengingat BUMD di Jakarta ini kan sangat besar fungsinya dalam mengelola anggaran dan perekonomian di Jakarta jadi perlu dijaga produktivitasnya untuk masyarakat umum khususnya masyarakat Jakarta," tambah Ambardi.

Seperti diketahui bahwa permasalahan di Bank DKI ini bermula pada malam takbiran lalu atau 30 Maret 2025. Para nasabah tidak bisa melakukan transaksi menggunakan aplikasi digital milik Bank DKI, JakOne dan transaksi dengan QRISl. ***

wwwwww