Sekar Arum, Dari Layar Kini ke Jeruji
![]() |
| Sekar Arum Widara. (Instagram) |
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Nama Sekar Arum Widara dulu sempat bersinar di layar kaca, dikenal lewat peran-peran kolosal yang menempatkannya sebagai figur kuat dan anggun. Namun, pada April 2025, lembaran hidupnya berubah drastis.
Mantan aktris yang pernah dicintai jutaan pemirsa itu kini harus berhadapan dengan jeruji besi setelah ditangkap karena diduga menggunakan uang palsu senilai Rp223 juta saat berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan elite di Jakarta Selatan.
Ironisnya, bukan sekadar jumlah uang yang mencengangkan publik, tetapi fakta bahwa uang tersebut sebagian juga digunakan untuk beramal di Masjid Istiqlal. Sebuah tindakan yang di satu sisi tampak mulia, namun di sisi lain dilandasi oleh sumber dana yang melanggar hukum.
“Dia mengaku mendapatkan uang itu dari seseorang berinisial B,” kata Kompol Nurma Dewi, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan. Sosok “B” kemudian diidentifikasi sebagai Bayu Setio, mantan pegawai maskapai penerbangan nasional yang kini terseret dalam kasus besar peredaran uang palsu senilai Rp3,3 miliar.
Sekar Arum, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, menghadapi ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. Namun, di balik status hukumnya, muncul pertanyaan lebih dalam, bagaimana seorang mantan selebritas bisa terjerumus ke dalam lingkaran peredaran uang palsu?
Pihak kepolisian belum menyimpulkan apakah tindakan Sekar murni karena keterdesakan ekonomi, ketidaktahuan, atau bagian dari skenario yang lebih besar. “Motifnya masih didalami. Dia belum sepenuhnya terbuka,” ujar AKBP Ardian Satrio Utomo, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
Kejadian ini memantik empati sebagian kalangan. Beberapa warganet menyebut kasus ini sebagai “jeritan sunyi dari selebritas yang terlupakan.” Setelah sorotan kamera meredup, tidak sedikit mantan publik figur yang harus bergulat dengan tekanan hidup tanpa popularitas. Apakah Sekar Arum salah satu di antaranya?
Penyelidikan masih berlangsung. Polisi menelusuri kemungkinan adanya jaringan sindikat pencetak uang palsu di Bogor, sekaligus memeriksa saksi-saksi dan jejak transaksi lain yang mungkin dilakukan Sekar. Ada dugaan, uang tersebut sempat hendak diperdagangkan kembali.
Terlepas dari proses hukum yang sedang berjalan, kasus ini mengingatkan publik pada kenyataan pahit tentang dunia hiburan: gemerlapnya bisa padam dalam sekejap, dan tak semua yang bersinar mampu mempertahankan pijarnya di tengah kerasnya kehidupan.
Jika dulu Sekar Arum dikenal sebagai tokoh wanita tangguh di serial kolosal, kini ia harus menghadapi kenyataan pahit sebagai tersangka dalam kasus pidana. Dari sorotan kamera ke sorotan hukum, perjalanan Sekar Arum menjadi kisah tragis yang menggugah, tentang harapan, kejatuhan, dan mungkin juga penyesalan. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Hiburan, DKI Jakarta |












