Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Umum

Pendidikan Semi Militer Dimulai di Purwakarta, Siswa Dibina di Markas TNI Armed 1 Kostrad

Pendidikan Semi Militer Dimulai di Purwakarta, Siswa Dibina di Markas TNI Armed 1 Kostrad
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (tengah). (antara/ho-pemkab purwakarta)
Kamis, 01 Mei 2025 21:30 WIB

PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta resmi memulai program pendidikan semi militer bagi pelajar sebagai bagian dari pembinaan karakter. Kegiatan ini dilaksanakan di Markas TNI Resimen Armed 1/Sthira Yudha/1 Kostrad, Jalan Raya Sadang–Subang, dan dijalankan atas kolaborasi antara Pemkab, TNI, serta lembaga pendidikan setempat.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mengatakan bahwa program ini merupakan implementasi kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam membentuk karakter disiplin di kalangan siswa.

“Hari ini kita mulai pendidikan semi militer sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan karakter yang menanamkan kedisiplinan dan penghormatan terhadap orang tua,” ujarnya, Kamis (1/5/2025).

Pendidikan ini akan berlangsung paling cepat selama enam bulan dan dapat diperpanjang hingga satu tahun. Program ini diikuti oleh pelajar yang diantar langsung oleh orang tua ke markas TNI untuk menjalani pembinaan.

“Harapannya, para siswa bisa meninggalkan kebiasaan buruk dan tumbuh sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan tidak melawan orang tua,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto, menyebutkan bahwa pada tahap awal, program ini diikuti oleh sekitar 30 hingga 40 pelajar dan dilatih langsung oleh personel TNI dari Resimen Armed.

“Ini hasil kesepakatan antara Dinas Pendidikan Purwakarta, Kantor Cabang Dinas Wilayah IV Disdik Jabar, Kementerian Agama, dan Dewan Pendidikan,” jelasnya.

Purwanto menilai pendekatan semi militer ini dibutuhkan untuk menanamkan kembali nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan nasionalisme yang dinilai mulai pudar di kalangan pelajar.

“Ini bukan sekadar pelatihan fisik, tetapi juga pendekatan mental dan karakter, agar mereka tumbuh dengan kesadaran akan peran dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Umum
wwwwww