Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Kawasan Danau Toba Jadi Percontohan Gerakan Wisata Bersih, Wamenparekraf: Kebersihan Tanggung Jawab Bersama

Kawasan Danau Toba Jadi Percontohan Gerakan Wisata Bersih, Wamenparekraf: Kebersihan Tanggung Jawab Bersama
Foto: Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh Puspa membuka Gerakan Wisata Bersih (GWB) di RTP Pantai Bebas Parapat, Kabupaten Simalungun, Senin (5/5/2025).(kompas.com/teguh pribadi)
Senin, 05 Mei 2025 10:53 WIB

SIMALUNGUN – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) resmi meluncurkan Gerakan Wisata Bersih (GWB) di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (5/5/2025). Dua titik strategis dipilih untuk aktivasi GWB, yakni Waterfront City Pangururan di Kabupaten Samosir dan ruang terbuka publik Pantai Bebas Parapat di Kabupaten Simalungun.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati, menyampaikan bahwa Pantai Bebas Parapat menjadi lokasi ketujuh dari total 16 destinasi yang dijadikan pilot project GWB. Program ini bertujuan mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan di kawasan wisata.

“Destinasi ini kami pilih sebagai percontohan untuk meningkatkan kesadaran kolektif bahwa kebersihan adalah kunci utama terwujudnya pariwisata berkelanjutan,” ujarnya usai membuka kegiatan di Pantai Bebas Parapat.

GWB akan terus digulirkan ke berbagai destinasi unggulan lainnya seperti Bali, Manado, dan Banyuwangi. Kemenparekraf berharap langkah ini dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba, khususnya Kabupaten Simalungun.

“Gerakan ini bukan sekadar simbolik, tapi harus menyentuh semua elemen—pemerintah daerah, pelaku wisata, komunitas, dan masyarakat umum. Ketika semua bergerak bersama, dampaknya akan nyata,” kata Ni Luh.

Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik inisiatif dari Kemenparekraf. Ia berharap GWB dapat memberikan dampak nyata terhadap pengembangan sektor pariwisata lokal.

“Kebersihan adalah tanggung jawab semua pihak. Jumlah petugas kebersihan di Pantai Bebas Parapat saat ini hanya 26 orang, tentu tidak cukup untuk menjangkau seluruh kawasan. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan,” ujar Benny.

Menurut Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan destinasi akan sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan wisata dan citra daerah di mata wisatawan.

GWB menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan dalam mengelola kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata, terutama di destinasi prioritas seperti Danau Toba. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Olympic
wwwwww