Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
5 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
5 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
18 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
5 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Kepala Daerah Diminta Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Kepala Daerah Diminta Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Mendagri Muhammad Tito Karnavian saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Pembahasan Strategi Menjaga Pertumbuhan Ekonomi di Gedung SBP, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (26/5/2025).
Senin, 26 Mei 2025 19:31 WIB

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus menjadi prioritas utama bagi seluruh kepala daerah. Hal ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Strategi Menjaga Pertumbuhan Ekonomi di Kantor Pusat Kemendagri, Senin.

"Pertumbuhan ekonomi adalah indikator utama keberhasilan kepala daerah. Angka itu yang paling mudah diukur dan berdampak langsung ke masyarakat," ujar Tito.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang baik akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bahkan kenaikan 1 persen saja bisa memberi perubahan besar, selama disertai pemerataan pembangunan.

“Sebaliknya, kalau pertumbuhan ekonomi stagnan atau minus, maka daerah itu mundur. Yang miskin makin miskin, dan sulit bicara soal pengentasan kemiskinan ekstrem,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I tahun ini tercatat sebesar 4,87 persen year-on-year. Tito menyebut Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan nasional dapat menyentuh angka 8 persen pada tahun 2029.

"Target nasional tidak akan tercapai kalau daerah tidak bergerak. Maka daerah harus ambil bagian," tegasnya.

Untuk mendukung itu, Kemendagri kini sedang menyusun indikator proksi pertumbuhan ekonomi bulanan, yang diharapkan bisa menjadi alat pemantau seperti Indeks Perkembangan Harga (IPH) dalam pengendalian inflasi.

"Kita ingin punya alat ukur cepat yang bisa digunakan daerah untuk memantau ekonomi mereka tiap bulan," katanya.

Tito juga mengingatkan bahwa masih ada beberapa daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang berada di bawah rata-rata nasional. Ia mendorong kepala daerah di wilayah-wilayah tersebut untuk segera mengambil langkah nyata.

“Kita sedang tiru cara kerja pengendalian inflasi yang terbukti berhasil. Sekarang waktunya kepala daerah juga fokus mendorong ekonomi,” tambahnya.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh sejumlah pejabat nasional. Hadir langsung Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, Deputi BPS, Pudji Ismartini, Plt Deputi II KSP, Edy Priyono, serta Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas, Nita Yulianis.

Sementara secara daring, hadir pula perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kemendag, Perum Bulog, serta instansi lainnya yang turut mendukung strategi pertumbuhan ekonomi daerah. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Voli, Metropolitan, Ekonomi, KONI
wwwwww