Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
9 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
15 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
7 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
5 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
4 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  Badminton

Ondel-Ondel Diminta Tak Lagi Mengamen, Tapi Dirawat sebagai Warisan Budaya

Ondel-Ondel Diminta Tak Lagi Mengamen, Tapi Dirawat sebagai Warisan Budaya
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Rabu, 28 Mei 2025 19:15 WIB

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa ondel-ondel seharusnya tidak lagi digunakan untuk mengamen di jalanan. Ia menyebut ikon budaya Betawi itu mesti dihormati sebagai bagian dari identitas budaya yang harus dilestarikan, bukan dijadikan alat mencari nafkah di ruang publik yang tak layak.

“Saya akan meminta ondel-ondel bukan untuk di jalanan. Tapi, merupakan bagian dari budaya utama Betawi,” ujar Pramono, Rabu (28/5/2025), di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Menurutnya, ondel-ondel adalah warisan budaya dinamis yang mencerminkan kekayaan tradisi masyarakat Betawi. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa boneka raksasa ini masih kerap digunakan untuk mengamen demi kebutuhan hidup, tanpa perlindungan atau ruang tampil yang layak.

Pramono menegaskan, fenomena ini bukan sekadar kesalahan para pelaku seni, tapi juga akibat dari kurangnya dukungan dan perhatian dari pemerintah serta masyarakat.

“Mohon maaf, ondel-ondel jangan dijadikan sarana mengamen di jalan. Tapi betul-betul harus dirawat dan difasilitasi,” katanya.

Sebagai langkah nyata, Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan regulasi khusus, bahkan mendorong pembentukan undang-undang yang mengatur pelestarian ondel-ondel sebagai warisan budaya yang dilindungi.

Saat ini, terdapat 42 sanggar ondel-ondel di Jakarta yang sedang mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Pramono menyatakan pihaknya akan mendorong para pelaku seni ondel-ondel untuk tampil dalam berbagai kegiatan resmi maupun acara budaya di ibu kota.

“Kita akan buat aturannya. Nanti mereka diundang ke acara-acara resmi, bukan turun ke jalan,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Pemprov DKI berharap ondel-ondel bisa kembali pada tempatnya sebagai simbol budaya yang membanggakan, bukan sebagai representasi keterpinggiran ekonomi seniman jalanan. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Badminton, Voli, Metropolitan, Lingkungan
wwwwww