Pasaman Barat Dorong Petani Terapkan Sawah Pokok Murah, Produksi Meningkat
![]() |
| Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat saat melakukan tanam perdana sawah pokok murah di Kecamatan Luhak Nan Duo beberapa waktu lalu dalam rangka mendukung swasembada pangan. |
SIMPANG EMPAT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mendorong penerapan pola tanam sawah pokok murah sebagai solusi efisien dalam meningkatkan produksi padi dan menekan biaya pertanian. Metode ini diyakini dapat memangkas biaya produksi hingga 40 persen dibandingkan dengan pola tanam konvensional.
Penjabat Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, mengatakan metode ini sudah mulai diterapkan di kelompok tani Tirto Sari, Nagari Mahakarya, Kecamatan Luhak Nan Duo. Pemerintah daerah menargetkan program ini akan diperluas ke seluruh kecamatan di Pasaman Barat.
"Dari laporan petani, hasil panen dengan metode ini bisa mencapai 6,3 ton per hektare. Sementara metode konvensional hanya sekitar 4,5 ton per hektare," ujar Doddy, Jumat (30/5/2025).
Selain meningkatkan produksi, pola tanam sawah pokok murah juga menekan penggunaan pupuk, menghemat benih, air, dan tenaga kerja. Menurut Doddy, metode ini memungkinkan petani untuk lebih mandiri karena bisa dijalankan dengan sumber daya sendiri, termasuk bantuan tenaga dari keluarga.
Budidaya padi dengan metode ini dilakukan dengan memotong jerami setelah panen, membersihkan batang padi, lalu merendam lahan selama dua malam. Setelah itu, petani membuat bedengan berukuran 1,25 x 10 meter, dengan parit selebar 25 cm dan kedalaman 15 cm di antara bedengan.
Langkah berikutnya adalah memberi perlakuan pada media tanam dengan dolomit atau pupuk organik, kemudian menutup permukaan bedengan dengan jerami setebal 5 cm. Benih disemai selama 15 hari sebelum ditanam di lahan yang telah disiapkan.
"Metode ini sangat cocok untuk petani kecil karena praktis dan tidak membutuhkan biaya besar," jelas Doddy.
Penerapan pola sawah pokok murah menjadi bagian dari strategi Pemkab Pasaman Barat untuk mendukung program swasembada pangan. Dalam empat bulan pertama tahun 2025, produksi padi telah mencapai 36.786 ton dari target tahunan 95.823 ton.
Dengan metode ini, pemerintah optimistis produktivitas padi bisa ditingkatkan, terutama di tengah tekanan harga dan biaya produksi yang terus naik.
"Kami ingin petani kita tidak hanya produktif, tapi juga efisien dan sejahtera," tegas Doddy. (ant)













