Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
11 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
12 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
8 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
14 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
12 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Automotif

Kasus Covid-19 Kembali Muncul, Pemerintah Minta Warga Tak Anggap Remeh

Kasus Covid-19 Kembali Muncul, Pemerintah Minta Warga Tak Anggap Remeh
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi.
Rabu, 04 Juni 2025 07:34 WIB

JAKARTA – Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19, setelah ditemukan 38 kasus positif di DKI Jakarta sejak awal Januari hingga Mei 2025. Istana menegaskan, meski belum ada lonjakan signifikan, sinyal peringatan ini tidak boleh diabaikan.

“Bagaimanapun kalau sudah ada di negara tetangga peningkatan kasus, kita kan juga harus mulai kewaspadaan,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, Selasa (3/6/2025).

Pernyataan itu merespons data Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang mencatat kenaikan kasus meski jumlahnya masih terkendali. Bahkan, pada minggu ke-19 tahun ini, tingkat positivity rate sempat mencapai 3,68 persen. Artinya, dari 100 spesimen yang diperiksa, hampir 4 orang dinyatakan positif.

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan surat edaran untuk kembali mendorong penerapan protokol kesehatan dasar. Peringatan ini juga mempertimbangkan situasi di negara-negara tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Hongkong yang mencatat lonjakan kasus baru.

“Ini bentuk kewaspadaan. Karena kita sadar di beberapa negara tetangga ada peningkatan kasus Covid lagi,” tegas Hasan.

Hasan meminta masyarakat untuk tidak menunggu sampai parah baru memeriksakan diri ke dokter. Menurutnya, gejala ringan seperti flu, pusing, atau sakit tenggorokan bisa menjadi awal deteksi dini.

“Kalau ada gejala-gejala nggak enak badan, pusing, flu, sakit tenggorokan, periksakan diri ke dokter supaya kita bisa deteksi ini bagaimana penyebarannya,” jelasnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk kembali membiasakan perilaku hidup sehat seperti mencuci tangan secara rutin dan menggunakan masker jika sedang sakit, bukan semata-mata karena Covid-19, tapi demi keselamatan bersama.

Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ovi Norfiana, mengonfirmasi bahwa dari 38 kasus yang ditemukan sepanjang 2025, tidak ada satu pun kematian akibat Covid-19.

Puncak penambahan terjadi pada Januari dengan 25 kasus, disusul Februari 2 kasus, Maret 1 kasus, April 4 kasus, dan Mei 6 kasus. Meski tampak kecil, tren kenaikan ini menunjukkan bahwa virus belum sepenuhnya menghilang.

Hasan menekankan, pemerintah tidak bermaksud menakut-nakuti. Namun, pengalaman masa lalu seharusnya menjadi pelajaran penting agar masyarakat tidak lengah. “Jadi ini bukan buat menakut-nakuti, tapi harus waspada wajib,” tandasnya. ***

wwwwww