Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
10 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
12 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
7 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
13 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
11 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Voli

Produksi Beras Tak Boleh Anjlok, Ketahanan Pangan Jadi Tumpuan Stabilitas Harga

Produksi Beras Tak Boleh Anjlok, Ketahanan Pangan Jadi Tumpuan Stabilitas Harga
Rabu, 04 Juni 2025 08:32 WIB

JAKARTA – Pemerintah mengingatkan seluruh daerah untuk tidak lengah menghadapi musim kemarau yang diprediksi mulai terjadi pada Juli. Stabilitas inflasi nasional dipertaruhkan, dan kuncinya ada pada ketahanan pangan, terutama ketersediaan beras.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan hal tersebut dalam rapat koordinasi percepatan swasembada pangan yang digelar secara virtual, Selasa (3/6/2025).

“Ketahanan pangan bukan hanya soal makan, tapi juga menyangkut inflasi dan kestabilan ekonomi nasional. Jangan sampai kita menunggu krisis baru bergerak,” tegas Tito.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional hingga Mei 2025 tercatat sebesar 1,60 persen secara tahunan. Namun, angka ini sangat rentan terdongkrak jika produksi pangan terganggu.

“Beras itu komoditas yang sangat sensitif. Kalau pasokan terganggu sedikit saja, langsung berdampak ke harga dan inflasi,” jelasnya.

Meski BMKG memprediksi kemarau tahun ini bersifat basah, bukan berarti tantangan hilang begitu saja. Produksi bisa tetap terdampak, terutama di wilayah yang infrastruktur irigasinya belum memadai.

“Kita tidak bisa anggap enteng. Produksi harus tetap jalan, apalagi untuk padi yang sangat strategis,” ujar Tito.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian tengah menjalankan strategi irigasi hemat air dan pompanisasi agar produksi tetap terjaga. Namun, keberhasilan upaya ini juga sangat bergantung pada koordinasi lintas daerah.

“Semua harus bergerak. Gubernur, bupati, wali kota, sampai jajaran teknis harus peka. Jangan hanya menunggu arahan pusat,” katanya.

Jika produksi bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan, Indonesia berpeluang bukan hanya swasembada, tapi juga menjadi pengekspor. Langkah ini bisa memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok pangan global.

“Kalau stok cukup dan harga stabil, kita punya peluang jadi pengekspor. Tapi syaratnya, semua daerah harus serius menjaga produksi,” pungkas Tito. ***

wwwwww