Pemprov Riau Perluas Akses Kesehatan, 12 Kabupaten dan Kota Terkoneksi Jejaring Layanan
![]() |
| Gubernur Riau, Abdul Wahid. |
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau terus mempercepat pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah. Dalam 100 hari kerja pertamanya, Gubernur Abdul Wahid dan Wakil Gubernur SF Hariyanto membangun fondasi layanan kesehatan terintegrasi melalui jejaring rumah sakit dan penguatan Posyandu di tingkat desa.
Langkah pertama diwujudkan melalui kerja sama resmi antara RSUD Arifin Achmad sebagai rumah sakit rujukan utama dengan rumah sakit daerah di 12 kabupaten/kota. Program ini difokuskan pada penguatan layanan KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, Kesehatan Ibu dan Anak), serta peningkatan SDM tenaga medis dan fasilitas pendukung lainnya.
“Kerja sama ini bukan hanya soal rujukan pasien, tapi juga soal peningkatan kompetensi, pertukaran informasi medis, dan percepatan layanan,” ujar Gubernur Abdul Wahid, Rabu (4/6/2025).
Kerja sama dilakukan dengan RSUD di daerah berikut:
- Indragiri Hilir: RSUD Raja Musa dan RSUD Puri Husada
- Indragiri Hulu: RSUD Indrasari Rengat
- Rokan Hilir: RSUD Dr. RM Pratomo
- Siak: RS Tualang dan RSUD Tengku Rafian
- Kota Pekanbaru: RS Madani
- Kuantan Singingi: RSUD Teluk Kuantan
- Kampar: RSUD Bangkinang
- Pelalawan: RSUD Selasih
- Kepulauan Meranti: RSUD Kabupaten
Kolaborasi ini ditujukan untuk mempercepat rujukan, mengurangi ketimpangan layanan spesialis, dan membangun sistem kesehatan daerah yang terhubung dan responsif.
Tak hanya itu, upaya Pemprov Riau juga menyasar lini paling dasar: Posyandu. Pemprov menyusun Rancangan Peraturan Gubernur untuk memperkuat keberadaan Posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan ibu dan anak serta promosi kesehatan komunitas.
Sebagai bentuk konkret dukungan, Pemprov menyalurkan Rp10 juta ke 1.591 desa melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pembinaan dan pengembangan Posyandu.
"Kalau kita bicara kesehatan, tak bisa hanya di kota. Harus menjangkau sampai ke desa. Itu yang sedang kami kerjakan sekarang," ujar Abdul Wahid.
Langkah ini dinilai sebagai lompatan penting bagi transformasi layanan kesehatan di Riau, yang sebelumnya terkonsentrasi di wilayah kota, kini mulai menyentuh masyarakat desa secara merata. ***
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Voli, Metropolitan, Ekonomi, Automotif, DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung |













