Sumatera Barat Fokus Kelola Laut Demi Tumbuh 8 Persen Lewat Koperasi Desa Merah Putih
![]() |
| Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar Endrizal saat diwawancarai di Kota Padang, Rabu (4/6/2025). (foto: antara) |
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memaksimalkan potensi kelautan melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah pesisir. Program ini diarahkan untuk mendorong ekspor komoditas unggulan seperti lobster, kepiting, ikan kerapu, dan rajungan.
"Salah satu potensi usaha besar di Sumatera Barat adalah kawasan pesisir dengan budi daya lobster, kepiting, perikanan dan rajungan," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Endrizal, Rabu (4/6/2025).
Ia menyebut, seluruh kawasan pesisir di Sumbar memiliki potensi yang besar. Wilayah tersebut mencakup Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai, serta Kota Padang dan Pariaman. Semua akan dilibatkan dalam pengembangan koperasi yang mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Presiden kan menyebut target pertumbuhan ekonomi delapan persen, dan kita di daerah akan berkontribusi melalui pengelolaan potensi laut lewat Koperasi Desa Merah Putih," jelasnya.
Dari total 1.265 Koperasi Desa Merah Putih yang tercatat di Sumbar, sekitar 20 koperasi akan diprioritaskan untuk menggarap komoditas laut unggulan. Fokusnya adalah pengembangbiakan bibit lobster, kepiting, ikan kerapu, dan rajungan yang diarahkan untuk pasar ekspor.
"Tujuan akhirnya memang untuk ekspor hasil tangkapan dan budi daya," katanya.
Peluncuran serentak koperasi ini direncanakan berlangsung 12 Juli 2025 bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional. Mengenai pendanaan, Endrizal menyebut pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Namun ia memperkirakan pembiayaan akan mengacu pada skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dukungan dari perbankan nasional. (ant)
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Voli, Metropolitan, Ekonomi, DKI Jakarta |













