Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Voli

Usai Serang Nuklir Iran, Trump Hubungi Netanyahu Bahas Perdamaian

Usai Serang Nuklir Iran, Trump Hubungi Netanyahu Bahas Perdamaian
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Senin, 23 Juni 2025 20:02 WIB

JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan memutuskan untuk menghentikan aksi militer terhadap Iran setelah sebelumnya meluncurkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir di Teheran. Langkah itu diambil untuk memberi ruang diplomasi dan mencegah konflik lebih lanjut.

Media Amerika Axios melaporkan, seorang pejabat anonim menyebut bahwa Trump langsung menghubungi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, usai serangan untuk menyampaikan keinginannya mengupayakan jalur damai.

“Presiden tidak ingin melanjutkan serangan. Dia siap jika Iran membalas, tetapi dia memberi tahu Netanyahu bahwa dia ingin perdamaian,” ujar sumber tersebut, dikutip dari TRT Global, Senin (23/6/2025).

Sikap Trump tersebut dikonfirmasi oleh seorang pejabat Israel yang menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan terlibat lebih jauh dalam konflik. “Mereka menyampaikan kepada kami bahwa putaran ini cukup. AS tidak keberatan jika kami melanjutkan, tapi mereka sendiri memilih berhenti,” ungkapnya.

Sebelum serangan AS, Israel mengklaim telah menonaktifkan sistem pertahanan udara Iran atas permintaan Washington. AS disebut memberikan daftar target kepada militer Israel sebelum menghantam fasilitas nuklir Fordo.

Dalam operasi ke Fordo, militer AS menggunakan bom penghancur bunker yang dijatuhkan dari pesawat pengebom siluman B-2. Sementara di Natanz dan Isfahan, puluhan rudal jelajah ditembakkan dari kapal selam.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menyebut lebih dari 125 unit militer dikerahkan, termasuk pesawat pengebom, jet tempur, kapal selam peluncur rudal, pesawat pengintai, dan pesawat pengisian bahan bakar.

Serangan ini merupakan respons lanjutan dari eskalasi sebelumnya, setelah Israel menggempur fasilitas militer dan nuklir Iran pada 13 Juni lalu. Teheran membalas dengan meluncurkan rudal, memicu kekhawatiran konflik besar di kawasan. ***

wwwwww