Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
13 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Coach Yayan Berharap Pemain Fokus Hadapi Korea

Coach Yayan Berharap Pemain Fokus Hadapi Korea
Timnas Basket Putri Indonesia saat menghadapi Selandia Baru. (PP Perbasi)
Selasa, 15 Juli 2025 19:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SHENZHEN - Perjuangan keras ditunjukkan pemain Timnas Basket Putri Indonesia saat hadapi Selandia Baru pada laga kedua Grup A FIBA Women’s Asia Cup 2025 Division A, Selasa (15/7). Pertandingan yang berlangsung di Shenzhen Sports Center, China, itu Pasukan Srikandi Indonesia dipaksa menyerah 45-75.

Pada awal pertandingan, pemain Timnas Putri bermain agresif. Mereka langsung membuka poin dengan tembakan tiga angka dari Priscilla Annabel Karen. Poin ini langsung disamakan oleh tembakan tiga angka pemain Selandia Baru, Esra McGoldrick.

Tembakan dua angka Kimberley Pierre-Louis menjauhkan tabungan poin Indonesia menjadi 5-3. Setelah itu, pemain Selandia Baru mampu membalikkan keadaan dan menjaga dominasi mereka hingga akhir kuarter pertama dengan kedudukan 14-21.

Selanjutnya di kuarter kedua, pemain Indonesia berusaha memperkecil jarak perolehan poin. Namun Selandia Baru juga tidak mau membiarkan permainan Indonesia berkembang. Tekanan yang diberikan oleh pemain Selandia Baru membuat Timnas Putri menambah 12 angka di kuarter kedua dan Selandia Baru produksi 17 poin sehingga kuarter kedua berakhir dengan kedudukan 26-38 untuk keunggulan Selandia Baru.

Memasuki kuarter ketiga, pemain Indonesia kesulitan memproduksi angka. Sehingga kuarter ini berakhir dengan kedudukan 35-58 karena para Srikandi Indonesia menambah 9 angka dan Selandia Baru produksi 20 poin.

Di kuarter akhir, perjuangan maksimal Timnas Putri harus kembali menghadapi tembok tebal yang digalang pemain Selandia Baru. Sehingga pada pertandingan ini pertandingan harus ditutup dengan kedudukan 45-75 untuk keunggulan Selandia Baru.

Kimberley Pierre-Louis menjadi pencetak poin terbanyak Indonesia dengan koleksi 11 angka dan 4 rebound. Kemudian Adelaide Callista Wongsohardjo dengan catatan 6 poin, 2 rebound, 2 asis dan Clarita Antonio dengan koleksi 6 poin dan 2 rebound.

Sementara dari Selandia Baru, Esra Goldrick mencatatkan 18 poin, 6 rebound, dan 3 asis.

Usai pertandingan, Pelatih Timnas Putri Andrie Ekayana menjelaskan bahwa banyak pelajaran yang diambil dari pertandingan lawan Selandia Baru. Selama pertandingan, Clarita Antonio dkk berusaha mengatasi tekanan lawan yang memiliki postur lebih baik.

“Pelajaran hari ini, kita berusaha meng-handle tekanan dari lawan yanh posturnya besar, tinggi, dan karakter defense-nya ketat dan keras,” jelas Coach Yayan, sapaan karib Andrie Ekayana.

“Kita berusaha perkuat area dalam, tapi hal yang kita kalah jauh adalah persentase tembakan 3 angka,” lanjutnya.

Coach Yayan mengajak semua pemain untuk tetap fokus. Segera move on untuk hadapi pertandingan selanjutnya.

Rabu (16/7), Timnas Putri akan hadapi Korea. Mereka bukan lawan yang tidak akan mudah dihadapi karena memiliki peringkat jauh lebih baik dari Indonesia. Korea berada di peringkat keempat Asia sementara Indonesia di posisi kesembilan.

“Besok kita fokus di team defense dan berusaha mencari ritme finishing yang lebih baik,” tegas Coach Yayan. ***

wwwwww