Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
4 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Beladiri

Tragedi Keluarga di Samarinda, Dua Balita Tewas di Tangan Ayah Sendiri

Tragedi Keluarga di Samarinda, Dua Balita Tewas di Tangan Ayah Sendiri
Aparat kepolisian melakukan olah TKP pembunuhan dua anak balita di sebuah rumah di Jalan Rimbawan 1, Samarinda, Jumat (25/7/2025) malam. (foto: antara/ho-siko f)
Sabtu, 26 Juli 2025 20:12 WIB

SAMARINDA – Kepolisian mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap dua balita oleh ayah kandung mereka sendiri, W (24), yang terjadi di Jalan Rimbawan 1, Gang Bakhrie 1, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Peristiwa ini terjadi Jumat (25/7/2025) dan membuat geger warga sekitar.

Kapolsek Sungai Kunjang, AKP Yohanes Bonar Adiguna mengatakan pelaku telah diamankan tak lama setelah tetangga melaporkan kejadian tersebut. Namun, pemeriksaan terhadap W belum bisa dilakukan karena kondisi psikologisnya yang tidak stabil.

"Kami menduga pelaku berada di bawah pengaruh obat-obatan atau zat terlarang saat kejadian," jelas Yohanes, Sabtu (26/7/2025).

Korban adalah dua anak laki-laki berusia lima dan dua tahun yang ditemukan tewas di dalam rumah. Seorang nenek buyut pelaku juga ditemukan mengalami luka lebam akibat penganiayaan dan kini dirawat di RS Hermina Samarinda.

Warga melaporkan kejadian setelah mencurigai suara keributan dari rumah pelaku. Saat diperiksa, mereka menemukan para korban dalam kondisi mengenaskan. Kepolisian mendapati sejumlah barang bukti, termasuk kain sarung yang diduga digunakan untuk menghabisi korban.

Tim Inafis dan Unit Reskrim telah melakukan olah TKP. Dua jenazah anak telah dievakuasi ke RSUD Samarinda untuk proses autopsi.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi kunci, termasuk istri dan ibu pelaku. Dari keterangan awal, W sudah menunjukkan perilaku aneh beberapa hari sebelum kejadian namun tidak ada yang menduga akan berujung tragis.

"Keluarga korban cukup kooperatif. Kami masih terus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mendalami motif dan kondisi pelaku," ujar Yohanes. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Beladiri, Kalimantan Timur
wwwwww