Drama 24 Jam di Rimba Sumbar, Mahasiswa dan Perangkat Desa Dievakuasi Tengah Malam
![]() |
| Proses penemuan rombongn anak KKN berserta wali nagari dan pemuda setempat oleh Tim Sar di Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (1/8/2025).(foto: dok basarnas) |
LIMA PULUH KOTA – Sebuah kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa Universitas Andalas (Unand) nyaris berubah menjadi tragedi setelah rombongan peserta KKN dilaporkan hilang di kawasan hutan Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Untungnya, 24 orang yang tergabung dalam rombongan ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR, Jumat dini hari (1/8/2025).
Rombongan yang terdiri dari 17 mahasiswa, perangkat desa, dan pemuda setempat awalnya melakukan peninjauan ke lokasi kebun kopi dan kegiatan napak tilas. Mereka masuk ke hutan sejak pagi, namun tidak kembali hingga malam. Kontak terakhir terekam pada pukul 16.00 WIB sebelum sinyal hilang dan rombongan dinyatakan tersesat.
"Kami langsung menurunkan tim setelah menerima laporan dari masyarakat dan perangkat desa. Fokus utama kami adalah keselamatan seluruh rombongan," kata Kepala Kantor Basarnas Padang, Abdul Malik.
Tim Rescue POS SAR Limapuluh Kota bergerak cepat dan tiba di posko pencarian pukul 22.40 WIB. Setelah melakukan koordinasi, tim gabungan menyusuri rute terakhir yang diketahui. Sekitar pukul 00.40 WIB, rombongan ditemukan di dalam hutan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi hilang kontak.
"Mereka semua dalam keadaan selamat. Ini operasi yang berjalan cepat dan terukur," ungkap Abdul Malik.
Para peserta kemudian dievakuasi dan kembali ke Kantor Wali Nagari Pauh Sangik sekitar pukul 02.45 WIB. Peristiwa ini mengingatkan pentingnya kesiapan logistik, komunikasi, dan mitigasi risiko dalam setiap kegiatan lapangan, terutama di medan hutan yang minim akses dan sinyal.
Kepala Pos SAR Roni Nur menambahkan, kawasan yang dilalui merupakan bagian dari jalur Bukit Barisan yang dikenal cukup menantang. Tim sempat menggunakan drone termal untuk mempercepat pencarian.
"Ini pengingat bahwa kegiatan sosial dan edukasi juga harus disertai dengan protokol keamanan yang matang," ujarnya.
Pihak Universitas Andalas dan warga setempat bersyukur seluruh anggota rombongan selamat dan berharap pengalaman ini menjadi evaluasi bersama ke depan. ***
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Ardianto |
| Sumber | : | kompas.com |
| Kategori | : | Olympic, DKI Jakarta |













