Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
8 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
9 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
12 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Santri di Serang Meninggal Usai Telan Obat Berlebihan, Diduga Depresi karena Cinta

Santri di Serang Meninggal Usai Telan Obat Berlebihan, Diduga Depresi karena Cinta
Jasad seorang pelajar yang ditemukan di tumpukan sampah di sungai irigasi di Kragilan, Kabupaten Serang, Banten.
Jum'at, 01 Agustus 2025 15:54 WIB

SERANG – Kesedihan mendalam menyelimuti sebuah pondok pesantren di Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, setelah seorang santri berusia 18 tahun berinisial TB ditemukan meninggal dunia di aliran sungai irigasi, Jumat (1/8/2025). Peristiwa tragis ini diduga berawal dari tekanan emosional yang dialaminya karena persoalan asmara.

Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady ES, jenazah TB pertama kali ditemukan warga sekitar bernama Rohmat, tertutup tumpukan sampah di sungai yang berjarak tiga kilometer dari asrama.

“Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa korban sebelumnya menenggak 16 butir obat Antimo di hadapan teman sekamarnya, sambil curhat soal masalah pribadi,” ujar Andi.

Peristiwa itu terjadi dini hari Rabu (30/7/2025), ketika TB tampak gelisah dan mengatakan ingin menenangkan diri. Dalam kondisi mabuk obat dan sempoyongan, ia keluar dari asrama sekitar pukul 04.30 WIB dan tak pernah kembali.

Diduga, TB kehilangan keseimbangan saat berjalan di atas jembatan dekat asrama dan jatuh ke aliran sungai. Arus deras kemudian menyeret tubuhnya hingga ditemukan meninggal dunia dua hari kemudian.

Setelah proses identifikasi, jasad TB dibawa ke RS Bhayangkara Polda Banten untuk pemeriksaan awal. Namun pihak keluarga menolak autopsi dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah.

Mereka menandatangani pernyataan resmi dan membawa pulang jenazah untuk dimakamkan.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa tekanan emosional pada remaja, termasuk santri, membutuhkan perhatian dan ruang bicara yang aman. Pendampingan psikologis dan pendekatan empatik dari lingkungan terdekat sangat penting untuk mencegah peristiwa serupa terulang.

"Kami harap semua pihak bisa lebih peduli terhadap kondisi mental remaja, khususnya di lingkungan pendidikan," ujar Andi. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Banten
wwwwww