Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Nasional

Bendera One Piece Ramai Dikibarkan, DPR: Jangan Sampai Jadi Simbol Perpecahan

Bendera One Piece Ramai Dikibarkan, DPR: Jangan Sampai Jadi Simbol Perpecahan
Gerakan pengibaran bendera jolly roger One Piece jelang HUT RI viral di media sosial. (Foto: Tangkapan layar/Instagram/@aliansimahasiswapenggugat)
Senin, 04 Agustus 2025 15:34 WIB

JAKARTA – Penggunaan bendera jolly roger dari manga One Piece dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia memicu beragam tanggapan. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan tidak mempersoalkan simbol tersebut selama tidak disalahgunakan.

"Benderanya itu kan banyak yang suka, banyak yang menyenangi. Itu benderanya yang ada," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/8/2025).

Namun ia mengingatkan, jika simbol tersebut digunakan oleh pihak tertentu untuk menyampaikan pesan yang bersifat memecah belah, maka perlu diwaspadai. "Kreativitas itu sah, tapi kalau digunakan untuk memecah belah bangsa, itu yang kita sayangkan," jelasnya.

Dasco juga mengungkap bahwa pihak intelijen telah memberi sinyal adanya potensi gerakan bawah tanah yang mencoba memanfaatkan simbol budaya populer ini sebagai bentuk provokasi.

"Ada masukan dari intelijen bahwa memang ada upaya mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa lewat simbol seperti ini," tambahnya.

Kontroversi bermula dari ajakan di media sosial untuk mengibarkan bendera bajak laut Topi Jerami pada Agustus ini sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah. Gerakan ini menjadi viral di TikTok dan Instagram, disertai narasi perlawanan terhadap ketidakadilan.

Unggahan akun @aliansimahasiswapenggugat dengan slogan "Darurat Tenryubito" memperkuat sentimen tersebut, mengasosiasikan pemerintah dengan karakter antagonis dalam One Piece yang dikenal sebagai penindas rakyat kecil.

Di lapangan, efek gerakan ini mulai terasa. Riki Hidayat, warga Kebayoran, Jakarta Selatan, mengaku akan mengibarkan bendera jolly roger di rumahnya. Ia menyebut tindakan itu sebagai bentuk perlawanan simbolik terhadap penurunan kualitas demokrasi.

"Sudah tiga tahun saya pasang bendera setengah tiang tiap 17 Agustus. Tahun ini pakai bendera One Piece, karena terinspirasi dari aksi di media sosial," ujarnya.

Wakil rakyat dan pemerintah diimbau untuk merespons fenomena ini secara bijak, dengan tetap menghormati ruang ekspresi publik namun tanpa membiarkan upaya penyusupan provokatif yang merusak persatuan bangsa. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Nasional
wwwwww