Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
7 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
8 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
12 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Umum

Belum Sebulan Penuh, 25 Siswa Sekolah Rakyat Cirebon Mengundurkan Diri

Belum Sebulan Penuh, 25 Siswa Sekolah Rakyat Cirebon Mengundurkan Diri
Foto sekolah rakyat Cirebon (net)
Kamis, 14 Agustus 2025 12:15 WIB

CIREBON – Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon yang mulai beroperasi sejak 14 Juli 2025 kini kehilangan seperempat siswanya. Dari total 100 anak yang diterima, 25 memilih mundur hanya dalam waktu sebulan.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, Khaerunisa, menyebut sebagian besar yang mundur adalah siswa sekolah dasar. “Mereka belum mandiri, kalau bahasa Cirebonnya masih embok-embokan, ingin selalu bersama orang tuanya, homesick,” jelasnya, Kamis (14/8/2025). 

Upaya mengembalikan siswa tersebut terus dilakukan. Pendekatan dilakukan kepada keluarga agar anak mau kembali belajar. Jika tetap tidak mau, kursi kosong akan diisi siswa baru melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Meski kehilangan siswa, perkembangan anak-anak yang bertahan dinilai positif. “Dulu mereka biasa tidur pukul 23.00 atau 24.00 WIB, sekarang sudah pukul 21.00 WIB. Mereka mulai terbiasa hidup teratur,” ujar Khaerunisa.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang meninjau sekolah itu Rabu (13/8/2025), menegaskan pihaknya tidak akan memaksa siswa untuk bertahan. “Kami yakinkan agar tidak mundur, tapi kalau tetap ingin mundur, akan digantikan siswa lain,” ucapnya.

Alasan mundurnya siswa bervariasi, mulai dari rindu keluarga, tidak terbiasa berpisah, hingga faktor kesehatan. Meski begitu, pemerintah berharap Sekolah Rakyat tetap menjadi tempat pembelajaran yang aman dan nyaman bagi anak-anak. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Voli, Umum, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww