Gadis Deli Serdang Tewas di Luar Negeri, Kasus Nazwa Jadi Alarm Perlindungan WNI
![]() |
| Foto korban Nazwa Aliya (19) warga Jalan Bejo, Gang Sejahtera, Dusun XVl, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang tewas secara misterius di Kamboja |
MEDAN – Kematian tragis Nazwa Aliya (19), gadis asal Deli Serdang, Sumatera Utara, di Kamboja kembali menyorot lemahnya perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri, khususnya pekerja migran ilegal. DPRD Sumut mendesak pemerintah pusat hingga daerah agar turun tangan serius, bukan hanya untuk mengusut penyebab kematian Nazwa, tetapi juga memastikan jenazahnya dipulangkan ke tanah air.
Nazwa sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk interview kerja di sebuah bank di Medan. Namun, diam-diam ia justru berangkat ke Thailand dan melanjutkan perjalanan ke Kamboja bersama seorang kenalan keluarga. Pada 7 Agustus 2025, ibunya mendapat kabar Nazwa sakit. Lima hari kemudian, ia meninggal dunia di RS Siem Reap.
Kemlu RI dalam keterangan resminya menyebut penyebab kematian Nazwa adalah overdosis obat hingga komplikasi. Namun, keluarga dan sejumlah pihak menilai ada banyak kejanggalan. Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga, bahkan menduga ada indikasi lain karena beredar video Nazwa sempat meminta pertolongan sebelum disuntik. “Patut dicurigai ada praktek pengambilan organ. Kami minta pemerintah lakukan investigasi menyeluruh,” tegas Zeira, Kamis (21/8/2025).
Persoalan lain muncul pada proses pemulangan jenazah. Biaya yang dibutuhkan mencapai Rp138 juta, jumlah yang tak mungkin ditanggung keluarga Nazwa. “Negara tidak boleh beralasan tidak punya anggaran. Ada dana taktis yang bisa dipakai. Ini soal kemanusiaan,” kata Zeira.
Kepala BP2MI Sumut, Harold Hamonangan, mengakui jenazah Nazwa masih tertahan di Kamboja. Ia mengatakan pihaknya sedang melacak pihak yang memberangkatkan Nazwa untuk membantu biaya pemulangan. “Karena statusnya migran ilegal, dana pemulangan tidak bisa dibebankan sepenuhnya ke negara. Tapi kami terus koordinasi dengan KBRI,” ujarnya.
Kasus ini menambah daftar panjang pekerja migran ilegal asal Sumut yang tewas di Kamboja. DPRD Sumut menegaskan agar pemerintah segera memperkuat perlindungan WNI, khususnya anak-anak muda yang kerap jadi korban bujuk rayu bekerja di luar negeri.
“Negara harus hadir, jangan sampai tragedi seperti Nazwa berulang. WNI adalah tanggung jawab penuh pemerintah, di mana pun mereka berada,” pungkas Zeira. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Voli, Metropolitan, Basket, Beladiri, DKI Jakarta, Sumatera Utara |













