Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Voli

Gadis Deli Serdang Tewas di Luar Negeri, Kasus Nazwa Jadi Alarm Perlindungan WNI

Gadis Deli Serdang Tewas di Luar Negeri, Kasus Nazwa Jadi Alarm Perlindungan WNI
Foto korban Nazwa Aliya (19) warga Jalan Bejo, Gang Sejahtera, Dusun XVl, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang tewas secara misterius di Kamboja
Kamis, 21 Agustus 2025 20:05 WIB

MEDAN – Kematian tragis Nazwa Aliya (19), gadis asal Deli Serdang, Sumatera Utara, di Kamboja kembali menyorot lemahnya perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri, khususnya pekerja migran ilegal. DPRD Sumut mendesak pemerintah pusat hingga daerah agar turun tangan serius, bukan hanya untuk mengusut penyebab kematian Nazwa, tetapi juga memastikan jenazahnya dipulangkan ke tanah air.

Nazwa sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk interview kerja di sebuah bank di Medan. Namun, diam-diam ia justru berangkat ke Thailand dan melanjutkan perjalanan ke Kamboja bersama seorang kenalan keluarga. Pada 7 Agustus 2025, ibunya mendapat kabar Nazwa sakit. Lima hari kemudian, ia meninggal dunia di RS Siem Reap.

Kemlu RI dalam keterangan resminya menyebut penyebab kematian Nazwa adalah overdosis obat hingga komplikasi. Namun, keluarga dan sejumlah pihak menilai ada banyak kejanggalan. Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga, bahkan menduga ada indikasi lain karena beredar video Nazwa sempat meminta pertolongan sebelum disuntik. “Patut dicurigai ada praktek pengambilan organ. Kami minta pemerintah lakukan investigasi menyeluruh,” tegas Zeira, Kamis (21/8/2025).

Persoalan lain muncul pada proses pemulangan jenazah. Biaya yang dibutuhkan mencapai Rp138 juta, jumlah yang tak mungkin ditanggung keluarga Nazwa. “Negara tidak boleh beralasan tidak punya anggaran. Ada dana taktis yang bisa dipakai. Ini soal kemanusiaan,” kata Zeira. 

Kepala BP2MI Sumut, Harold Hamonangan, mengakui jenazah Nazwa masih tertahan di Kamboja. Ia mengatakan pihaknya sedang melacak pihak yang memberangkatkan Nazwa untuk membantu biaya pemulangan. “Karena statusnya migran ilegal, dana pemulangan tidak bisa dibebankan sepenuhnya ke negara. Tapi kami terus koordinasi dengan KBRI,” ujarnya.

Kasus ini menambah daftar panjang pekerja migran ilegal asal Sumut yang tewas di Kamboja. DPRD Sumut menegaskan agar pemerintah segera memperkuat perlindungan WNI, khususnya anak-anak muda yang kerap jadi korban bujuk rayu bekerja di luar negeri.

“Negara harus hadir, jangan sampai tragedi seperti Nazwa berulang. WNI adalah tanggung jawab penuh pemerintah, di mana pun mereka berada,” pungkas Zeira. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Voli, Metropolitan, Basket, Beladiri, DKI Jakarta, Sumatera Utara
wwwwww