Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Basket

Dokter China Catat Sejarah, Sambung Kembali Kepala Pasien dengan Teknik Baru

Dokter China Catat Sejarah, Sambung Kembali Kepala Pasien dengan Teknik Baru
Tim dokter di Shanghai, China berhasil melakukan operasi langka pada seorang pasien dengan cedera begitu parah hingga kepalanya nyaris terpisah dari tubuhnya. (Foto: South China Morning Post)
Senin, 25 Agustus 2025 11:01 WIB

JAKARTA – Sebuah terobosan medis terjadi di Rumah Sakit Shanghai Changzheng, China. Tim dokter di sana berhasil menyelamatkan seorang pasien dengan cedera leher begitu parah hingga kepalanya nyaris terpisah dari tubuh.

Direktur Bangsal Bedah Tulang Belakang dan Leher, Chen Huajiang, mengakui kasus ini merupakan yang paling ekstrem sepanjang kariernya. Pasien dilarikan ke rumah sakit pada Juni setelah mengalami kecelakaan hebat yang menyebabkan kelumpuhan dan sempat mengalami henti jantung.

"Operasi ini adalah satu-satunya harapan, meski sangat berisiko," ujarnya. Menurut Chen, pencarian literatur medis di dalam dan luar negeri menunjukkan belum ada kasus serupa yang berhasil ditangani.

Tim dokter kemudian mengambil langkah berani dengan menggunakan teknik pelat satelit, yaitu pemasangan pelat kecil tambahan untuk memperkuat struktur tulang leher. "Teknik ini baru pertama kali digunakan dalam kondisi ekstrem seperti ini," kata Chen.

Operasi tersebut berjalan sukses tanpa komplikasi serius. Pada hari yang sama, pasien sudah tidak lagi membutuhkan vasopresor dan fungsi pernapasannya mulai stabil.

Setelah menjalani perawatan intensif, pasien dipulangkan pada 9 Juli. Ia bahkan sudah bisa bernapas mandiri tanpa ventilator selama 36 jam serta menunjukkan gerakan positif pada bagian bahu dan tangan.

Meski pemulihan diperkirakan berlangsung panjang, keberhasilan ini mendapat sorotan dari komunitas medis internasional. Banyak ahli ingin mempelajari metode baru tersebut.

"Kami akan terus melangkah ke wilayah yang belum terpetakan dalam bedah tulang belakang leher, menantang batas-batas yang mungkin secara teknis," tutur Chen. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww