Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
15 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
19 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Maskapai Pilih Isi BBM di Luar Negeri, Harga Avtur di Kualanamu Dinilai Terlalu Mahal

Maskapai Pilih Isi BBM di Luar Negeri, Harga Avtur di Kualanamu Dinilai Terlalu Mahal
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution saat ditanya wartawan di Istana Maimun, Kota Medan.
Rabu, 27 Agustus 2025 06:17 WIB

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyoroti mahalnya harga bahan bakar pesawat (avtur) di Bandara Internasional Kualanamu. Menurutnya, kondisi itu membuat maskapai lebih memilih mengisi penuh bahan bakar di Jakarta atau bahkan di Malaysia, sehingga berdampak pada tingginya harga tiket pesawat dari Medan.

“Kalau diperhatikan harga tiket Medan–Jakarta selalu lebih mahal dibandingkan Jakarta–Medan. Sebab maskapai memilih isi bahan bakar di Jakarta, karena harga avtur di Soekarno-Hatta jauh lebih murah dibanding Kualanamu,” ujar Bobby saat silaturahmi dengan pimpinan media di rumah dinasnya, Senin (25/8/2025).

Bobby mengungkapkan, harga avtur di Kualanamu mencapai Rp14.500 per liter. Sementara itu, di Bandara Soekarno-Hatta harganya sekitar Rp12.000, dan di Malaysia bahkan lebih murah, hanya Rp9.000 hingga Rp10.000 per liter.

Ia menyebut ada maskapai swasta yang sengaja mengatur rute agar bisa mengisi penuh bahan bakar di Malaysia, lalu hanya menambah sedikit avtur ketika kembali ke Kualanamu. “Maskapai asing juga kesulitan bertahan karena harga avtur di sini sangat tinggi. Mereka paling hanya tiga bulan beroperasi lalu hengkang,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Pertamina melalui Area Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa penetapan harga avtur mengacu pada regulasi pemerintah pusat.

“Formula harga mengikuti perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar, serta biaya operasional lainnya. Kebijakan ini berlaku sama di seluruh bandara di Indonesia,” jelas Fahrougi, Selasa (26/8/2025) malam.

Meski begitu, ia menekankan bahwa Pertamina terbuka terhadap masukan dari pemerintah daerah. “Masukan dari Gubernur Sumut sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk pengembangan kawasan aeropolis di sekitar Kualanamu,” tambahnya.

Pertamina memastikan pasokan avtur di Kualanamu dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan maskapai. Pihaknya juga menyatakan siap berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar harga avtur tidak menjadi penghambat pertumbuhan sektor penerbangan di Sumut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Voli, Ekonomi, DKI Jakarta, Sumatera Utara
wwwwww