Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Olympic

Tersangka Penculikan Kacab BRI Bongkar Perintah Misterius dari Oknum Aparat

Tersangka Penculikan Kacab BRI Bongkar Perintah Misterius dari Oknum Aparat
Rabu, 27 Agustus 2025 05:04 WIB

JAKARTA – Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI di Cempaka Putih, MIP (37), memasuki babak baru. Empat tersangka mengaku tidak bekerja sendiri, melainkan berada di bawah tekanan perintah seorang oknum yang disebut terlibat dalam peristiwa ini.

Kuasa hukum mereka, Adrianus Agal, menegaskan bahwa pihak keluarga sudah meminta perlindungan hukum langsung kepada Panglima TNI dan Kapolri. Menurutnya, langkah itu diambil karena ada dugaan kuat keterlibatan aparat.

“Kami sudah meminta perlindungan hukum, baik kepada Panglima TNI maupun Kapolri, karena ada indikasi klien saya tidak bertindak sendiri,” ucap Adrianus, Selasa (26/8/2025).

Adrianus menguraikan, empat tersangka berinisial AT, RS, RAH, dan RW, hanya menjalankan instruksi awal untuk menjemput paksa korban. Setelah itu, mereka diperintahkan membawa korban ke kawasan Jakarta Timur dan menyerahkannya kepada seseorang berinisial F.

“Setelah penyerahan, mereka menganggap tugas sudah selesai. Namun beberapa jam kemudian, mereka dipanggil kembali untuk mengantar korban. Saat itulah mereka mendapati korban sudah tidak bernyawa,” ungkapnya.

Pengakuan ini semakin mempertegas bahwa kasus penculikan tersebut tidak sederhana. Dugaan adanya aktor lain yang memiliki pengaruh besar membuat kuasa hukum menilai perlindungan hukum dari pimpinan tertinggi TNI dan Polri menjadi sangat penting. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww