Dua Daerah Diguncang Keracunan Massal MBG, Ratusan Anak Dilarikan ke RS
![]() |
| Suasana para siswa di Bengkulu yang mengalami keracunan usai menyantap makanan MBG, Kamis (28/8/2025). Pada hari Rabu 27 Agustus 2025 kemarin, terjadi keracunan MBG di dua tempat berbeda, di Yogyakarta dan di Bengkul. |
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan meningkatkan kualitas gizi anak bangsa justru menimbulkan polemik besar. Rabu (27/8/2025), ratusan siswa di Kabupaten Lebong, Bengkulu, dan Sleman, DI Yogyakarta, dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG di sekolah.
Di Kabupaten Lebong, jumlah korban terus bertambah hingga mencapai 456 orang, terdiri dari siswa TK, SD, SMP, serta tiga guru. Dari total tersebut, 119 orang harus menjalani rawat inap, sementara ratusan lainnya mendapat perawatan jalan dan mandiri.
“Betul, sekarang total sudah 456 orang. Ada guru juga yang ikut keracunan,” kata Humas Polres Lebong, Aipda Syaiful Anwar. Ia menambahkan, dapur umum MBG langsung disegel dan ketua dapur diamankan untuk dimintai keterangan.
Sementara di Sleman, keracunan terjadi di SMPN 3 Berbah. Data Dinas Kesehatan mencatat ada 137 orang yang mengalami gejala setelah menyantap nasi kuning, telur dadar, abon, kering tempe, timun, dan jeruk.
“Dari 380 orang yang makan, ada 137 yang mengalami gejala. Dua di antaranya guru,” jelas Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Khamidah Yulianto. Berbeda dengan Lebong, seluruh korban di Sleman hanya membutuhkan perawatan jalan.
Kasus ini menimbulkan kecemasan di kalangan orang tua. Yudha (36), salah satu wali murid di Sleman, mengaku khawatir anaknya ikut terdampak. “Programnya bagus, tapi kalau berulang seperti ini lebih baik dihentikan dulu sampai ada evaluasi dan hasil investigasi,” ujarnya.
Yudha juga menyoroti perlunya regulasi ketat untuk penyedia MBG. Menurutnya, penyedia wajib menjamin kebersihan dan mutu makanan. “Jangan hanya kejar untung tapi mengabaikan kualitas. Kalau tidak mampu, jangan dipaksakan menerima MBG,” tegasnya.
Program MBG sendiri diluncurkan Badan Gizi Nasional (BGN) awal 2025 dengan target pemerataan gizi untuk ibu hamil, balita, hingga siswa di seluruh jenjang pendidikan. Namun, keracunan massal di dua daerah sekaligus ini menjadi ujian besar bagi penyelenggara. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Olympic, Umum, DKI Jakarta, Bengkulu, DI Yogyakarta |













