Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
7 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
11 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Dua Daerah Diguncang Keracunan Massal MBG, Ratusan Anak Dilarikan ke RS

Dua Daerah Diguncang Keracunan Massal MBG, Ratusan Anak Dilarikan ke RS
Suasana para siswa di Bengkulu yang mengalami keracunan usai menyantap makanan MBG, Kamis (28/8/2025). Pada hari Rabu 27 Agustus 2025 kemarin, terjadi keracunan MBG di dua tempat berbeda, di Yogyakarta dan di Bengkul.
Kamis, 28 Agustus 2025 19:54 WIB

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan meningkatkan kualitas gizi anak bangsa justru menimbulkan polemik besar. Rabu (27/8/2025), ratusan siswa di Kabupaten Lebong, Bengkulu, dan Sleman, DI Yogyakarta, dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG di sekolah.

Di Kabupaten Lebong, jumlah korban terus bertambah hingga mencapai 456 orang, terdiri dari siswa TK, SD, SMP, serta tiga guru. Dari total tersebut, 119 orang harus menjalani rawat inap, sementara ratusan lainnya mendapat perawatan jalan dan mandiri. 

“Betul, sekarang total sudah 456 orang. Ada guru juga yang ikut keracunan,” kata Humas Polres Lebong, Aipda Syaiful Anwar. Ia menambahkan, dapur umum MBG langsung disegel dan ketua dapur diamankan untuk dimintai keterangan. 

Sementara di Sleman, keracunan terjadi di SMPN 3 Berbah. Data Dinas Kesehatan mencatat ada 137 orang yang mengalami gejala setelah menyantap nasi kuning, telur dadar, abon, kering tempe, timun, dan jeruk. 

“Dari 380 orang yang makan, ada 137 yang mengalami gejala. Dua di antaranya guru,” jelas Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Khamidah Yulianto. Berbeda dengan Lebong, seluruh korban di Sleman hanya membutuhkan perawatan jalan.

Kasus ini menimbulkan kecemasan di kalangan orang tua. Yudha (36), salah satu wali murid di Sleman, mengaku khawatir anaknya ikut terdampak. “Programnya bagus, tapi kalau berulang seperti ini lebih baik dihentikan dulu sampai ada evaluasi dan hasil investigasi,” ujarnya.

Yudha juga menyoroti perlunya regulasi ketat untuk penyedia MBG. Menurutnya, penyedia wajib menjamin kebersihan dan mutu makanan. “Jangan hanya kejar untung tapi mengabaikan kualitas. Kalau tidak mampu, jangan dipaksakan menerima MBG,” tegasnya.

Program MBG sendiri diluncurkan Badan Gizi Nasional (BGN) awal 2025 dengan target pemerataan gizi untuk ibu hamil, balita, hingga siswa di seluruh jenjang pendidikan. Namun, keracunan massal di dua daerah sekaligus ini menjadi ujian besar bagi penyelenggara. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Olympic, Umum, DKI Jakarta, Bengkulu, DI Yogyakarta
wwwwww