Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic
1st Fujairah Global Chess Championship 2025

Nayaka Menang Adu Taktik, Adit Lakukan Kesalahan

Nayaka Menang Adu Taktik, Adit Lakukan Kesalahan
Nayaka mengalahkan pecatur muda cantik dari Kazakhstan WIM Amina Kairbekova. (PB Percasi)
Jum'at, 29 Agustus 2025 12:37 WIB
Penulis: Azhari Nasution
ABU DHABI - Naik turun hasil dua pecatur muda Indonesia berusia 19 tahun yang berlaga pada babak kelima 1st Fujairah Global Chess Championship di Fujairah Chess & Culture Club, UAE, Kamis (28/8/2025) waktu setempat, masih terus terjadi. IM Nayaka Budhidharma (2389) berhasil menaklukkan pecatur remaja putri Kazakhstan WIM Amina Kairbekova (2297) pada langkah 57 pertahanan Sicilia variasi Tertutup.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem melaporkan pertarungan mereka seru penuh adu taktik. Amina walau pegang Hitam aktif menyerang dari sayap-raja, sementara Nayaka membalas di sentrum. Keduanya sama-sama melancarkan korban perwira, tapi pada akhirnya Nayaka lebih akurat. Kombinasi kerja sama Menteri dan Bentengnya lebih cepat menerobos ke baris akhir dan mengancam mat. Amina pun menyerah.

Sebaliknya partai IM Read Samadov (2522) dari Azerbaijan vs IM Aditya Bagus Arfan (2399) berjalan tergolong tenang sesuai teori pembukaan Gambit Menteri Diterima variasi Klasik. Praktis sejak langkah 23 sudah memasuki permainan akhir sama-sama Benteng Gajah dengan sama-sama tiga bidak juga. Bedanya bidak Read terpecah dua pulau lajur a-b dan f-g-h, sedang Adit terpecah tiga pulau (lajur a-b, lajur e-f dan lajur h). Secara teori tentu saja Read sedikit lebih baik, tapi biasanya keunggulan itu terlalu tipis untuk jadi kemenangan.

Read yang memiliki rating Grandmaster tentu tidak ingin remis, apalagi ia bisa meneruskan upayanya tanpa risiko kalah. Harapannya lawannya yang ratingnya 123 poin lebih rendah akan membuat kesalahan. Usahanya ternyata tidak sia-sia.

GoNews.co Adit kalah melawan dari pecatu
Adit kalah melawan dari pecatur Azerbaijan IM Read Samadov. (PB Percasi)

Akhirnya Adit melakukan kesalahan juga pada langkah 41…Bb5+ yang membantu Gerak maju Raja lawannya yang memang mau berpindah ke sayap-raja untuk membantu dua bidak bebasnya di lajur-f dan h bergerak maju promosi. Padahal ada tiga lanjutan lain yang masih memberikan keseimbangan 41…a4, 41…Bb6 dan 41…Rg8. Apa boleh buat, Read memang lebih matang dan ratingnya tidak bohong. Adit berusaha keras terus bertahan tapi akhirnya pada langkah 79 ia harus menyerah juga.

Kini Nayaka dan Adit kembali sama mengumpulkan 2,5 poin. Babak enam mereka akan bertanding bersebelahan lagi. Adit bertemu pecatur Iran lagi FM Seyed Abolfazl Moosavifar (2283) di meja 54, sedang Nayaka bertemu FM Jin Hongtao (2293) dari China di meja 55. ***

wwwwww