Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
8 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Aksi Demo Memanas, Tunjungan Plaza Surabaya Hentikan Operasional Sejak Sore

Aksi Demo Memanas, Tunjungan Plaza Surabaya Hentikan Operasional Sejak Sore
Kondisi Jalan Basuki Rahmat di Kota Surabaya, Jatim, Jumat (29/8/2025) pada sekitar pukul 21.30 WIB. Tampak pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza yang telah menutup operasional sejak pukul 19.00 WIB.
Sabtu, 30 Agustus 2025 09:27 WIB

SURABAYA – Suasana jantung kota Surabaya berubah mencekam, Jumat (29/8/2025), ketika unjuk rasa yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi berujung ricuh. Pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza (TP), yang biasanya ramai hingga malam, memilih menutup operasional lebih cepat pada pukul 19.00 WIB.

Pantauan di lapangan, ratusan pengunjung terlihat bergegas keluar dari mal terbesar di Kota Pahlawan itu begitu pengumuman penutupan diumumkan. Dalam kondisi normal, Tunjungan Plaza baru menutup pintunya pukul 22.00 WIB.

Pesan singkat mengenai penutupan lebih awal sempat beredar luas di aplikasi WhatsApp. Keputusan ini diambil manajemen TP sebagai langkah antisipasi menyusul situasi yang semakin tidak kondusif.

Hingga pukul 21.30 WIB, kawasan sekitar Jalan Basuki Rahmat masih tidak bisa dilalui kendaraan umum maupun pribadi. Polisi terlihat membentuk barikade di sekitar Markas Polsek Tegalsari untuk mengendalikan arus massa yang bergerak ke arah pusat kota.

Di pertigaan Jalan Basuki Rahmat–Embong Sawo, titik api sempat terlihat menyala, menambah kepanikan warga. Sementara di depan Gedung Negara Grahadi, belasan sepeda motor yang terparkir hangus terbakar.

Aksi massa ini merupakan bentuk solidaritas atas jatuhnya korban dalam unjuk rasa di Jakarta. Namun, di Surabaya, eskalasi protes membuat suasana malam berubah drastis. Jantung kota yang biasanya dipenuhi lampu pertokoan justru dipadati asap, barikade, dan teriakan demonstran. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Metropolitan, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww