Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
13 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
9 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
8 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Olympic

Ketahuan Ikut Kampanye Buzzer Rp150 Juta, Marshel Widianto Hapus Video dan Minta Maaf

Ketahuan Ikut Kampanye Buzzer Rp150 Juta, Marshel Widianto Hapus Video dan Minta Maaf
Kolase komika Marshel Widianto.
Sabtu, 30 Agustus 2025 10:50 WIB

JAKARTA – Komika Marshel Widianto menjadi sorotan tajam publik setelah namanya terseret dalam skema pencitraan yang dibongkar oleh Jerome Polin. Ia sempat mengunggah video kampanye bertajuk “Ajak Damai Indonesia” yang disebut bernilai Rp150 juta sekali posting, sebelum akhirnya menghapus dan meminta maaf.

Lewat akun Instagramnya @marshel_widianto, Jumat (29/8/2025), Marshel mengakui kesalahannya. “Teman-teman saya secara pribadi meminta maaf atas video sebelumnya di IG saya. Saya salah karena tidak berpikir panjang sebelum menaikkan video itu. Memang bodoh saya,” tulisnya.

Ia menegaskan tidak menerima bayaran dari video tersebut, meski publik sudah lebih dulu menuding dirinya sebagai penerima fee fantastis. “Saya sama sekali tidak dibayar dan video itu sudah saya take down. Silakan maki saya sepuasnya, saya terima konsekuensi atas kebodohan saya,” tambahnya.

Namun pengakuan Marshel tidak serta merta meredam amarah warganet. Kolom komentarnya dipenuhi cibiran. Banyak yang menuding Marshel hanya panik karena ketahuan. “Bau darah nggak tuh duitnya sel?” tulis seorang netizen. Yang lain menambahkan, “Cair 150 juta, mayan buat beli Jazz RS.”

Kemarahan publik tak lepas dari pengungkapan Jerome Polin sehari sebelumnya. Influencer itu membeberkan bukti tawaran Rp150 juta untuk sekali posting sebagai buzzer pencitraan. Menurutnya, dana sebesar itu lebih baik dipakai untuk menggaji guru.

Kasus Marshel pun semakin menegaskan keresahan publik soal praktik buzzer di tengah situasi bangsa yang bergejolak. Di saat mahasiswa turun ke jalan menuntut keadilan, sebagian publik figur justru dipandang memilih keuntungan pribadi.

Kini, Marshel mencoba menutup polemik dengan satu kata sederhana: maaf. Namun, apakah publik bisa memaafkan atau justru terus mengingatnya sebagai bagian dari skema pencitraan, hanya waktu yang akan menjawab. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:wartakota
Kategori:Olympic, Metropolitan, KONI, DKI Jakarta
wwwwww