Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Olympic

Polisi Telusuri Jejak Uang di Balik Kerusuhan DPR, PPATK Turun Tangan

Polisi Telusuri Jejak Uang di Balik Kerusuhan DPR, PPATK Turun Tangan
Ilustrasi (net)
Jum'at, 05 September 2025 06:11 WIB

JAKARTA – Kericuhan yang terjadi saat aksi di depan Gedung DPR pada 25 dan 28 Agustus lalu semakin menguatkan dugaan adanya aktor pendanaan di balik perusuh. Polisi menemukan bukti adanya logistik, petasan, hingga indikasi kompensasi yang diterima sejumlah anak untuk ikut melakukan tindakan anarki.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis, mengatakan temuan tersebut membuka ruang penyelidikan lebih jauh. “Ada indikasi anak diberi kompensasi untuk melakukan aksi. Itu masih dalam pendalaman oleh penyidik,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Untuk melacak aliran dana, Polri menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). “Kami ingin menelusuri apakah ada aliran dana tertentu kepada kelompok ini atau mereka lebih bersifat kolektif,” jelas Putu.

Polisi juga menyoroti pola pergerakan massa yang dianggap tidak alami. Misalnya, saat massa bergeser ke arah Slipi dan Pejompongan, lokasi yang dekat dengan rel kereta api dan menyediakan banyak batu yang kemudian digunakan sebagai senjata perusuh.

Selain itu, salah satu dari enam tersangka penghasut diketahui berperan membuat bom molotov serta menyebarkan informasi lokasi penyimpanan petasan kepada massa. Fakta-fakta ini, menurut polisi, menunjukkan kericuhan dilakukan secara sistematis.

Hingga kini, total 43 orang ditetapkan sebagai tersangka. Enam di antaranya diduga penghasut, sementara 37 lainnya bertindak sebagai pelaku perusakan fasilitas umum di DPR, Mapolsek Cipayung, dan Mapolsek Matraman. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww