Dana Rp200 Triliun Pindah ke Bank BUMN, Rupiah Terdorong Menguat
![]() |
| Petugas menghitung uang dollar AS di tempat penukaran valuta asing. |
JAKARTA – Pergerakan rupiah pada Kamis (11/9/2025) menutup perdagangan dengan catatan positif setelah pemerintah mengumumkan langkah besar: menarik dana mengendap Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) untuk ditempatkan di bank-bank Himbara.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyebut kabar ini memberi sentimen kepercayaan bagi pasar. “Ini memberi sinyal positif pada likuiditas domestik,” ujarnya.
Rupiah menguat tipis delapan poin atau 0,05 persen ke level Rp16.462 per dolar AS. Namun, kurs acuan JISDOR BI justru mencatat pelemahan ke Rp16.468 per dolar AS.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya menegaskan langkah tersebut sudah disetujui Presiden Prabowo Subianto. Dari total simpanan pemerintah Rp425 triliun di BI, sebanyak Rp200 triliun akan dialihkan ke bank BUMN untuk memperkuat likuiditas perbankan dan mempercepat penyaluran kredit.
Dana tersebut bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembayaran Anggaran (SiLPA). “Belanja pemerintah yang lambat selama ini membuat sistem keuangan kering. Dengan penempatan dana di bank, kredit bisa lebih deras mengalir ke masyarakat,” jelas Purbaya.
Selain faktor domestik, rupiah juga dipengaruhi dinamika global. Pasar tengah menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS), terutama Core CPI, yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Jika inflasi AS sesuai atau di bawah ekspektasi, peluang pemangkasan suku bunga terbuka, dolar melemah, dan rupiah berpotensi menguat. Namun bila lebih tinggi, rupiah bisa kembali tertekan.
Josua memproyeksikan rupiah pada Jumat (12/9/2025) bergerak di kisaran Rp16.420–Rp16.500 per dolar AS. “Kecenderungan stabil, tapi pasar tetap berhati-hati menunggu sinyal dari The Fed,” katanya.
Langkah pemerintah memindahkan dana mengendap ini dipandang tidak hanya sebagai kebijakan fiskal, tetapi juga strategi politik ekonomi untuk memperlihatkan bahwa uang negara benar-benar digerakkan demi pertumbuhan. ***













