Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
11 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
5 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
5 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  PON

Menkeu Sebut Pertumbuhan 8 Persen Tantangan, tapi Bukan Mustahil

Menkeu Sebut Pertumbuhan 8 Persen Tantangan, tapi Bukan Mustahil
Purbaya pede mencapai pertumbuhan ekonomi 6,5 persen tidak terlalu sulit jika mesin ekonomi RI, yakni pemerintah dan swasta, jalan bersama-sama. (foto: afp/bay ismoyo)
Kamis, 11 September 2025 17:48 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia mampu melesat dengan pertumbuhan ekonomi 6–6,5 persen dalam dua tahun mendatang. Target itu dipatok untuk periode 2026–2027, dengan optimisme bahwa fondasi ekonomi nasional kini jauh lebih kokoh dibanding era krisis sebelumnya.

Menurut Purbaya, masalah utama selama ini adalah ketidaksinkronan arah pembangunan antara pemerintah dan sektor swasta. “Kalau hanya pemerintah yang bergerak, hasilnya terbatas. Tapi kalau pemerintah dan swasta jalan beriringan, pertumbuhan 6 persen lebih bisa dicapai dalam waktu dekat,” ujarnya dalam kuliah umum GREAT Lecture di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Ia menegaskan Indonesia sudah berulang kali melewati badai besar—dari krisis moneter 1998, gejolak global 2008, hingga pandemi 2020–2021—dan semuanya berhasil dilalui. “Kita sudah teruji. Dengan pengalaman itu, kita bisa percaya diri bahwa masa depan ekonomi Indonesia akan lebih cerah,” kata Purbaya.

Lebih jauh, ia mendukung visi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen. Meski menilai target itu penuh tantangan, Purbaya menyebut hal itu mungkin dicapai bila strategi dijalankan konsisten.

“Kalau kita puas dengan pertumbuhan 5 persen, kita bisa terjebak di middle income trap. Karena itu, target 8 persen harus jadi dorongan bersama,” tegasnya.

Optimisme Purbaya menggambarkan keyakinan pemerintah bahwa kerja sama erat antara sektor publik dan swasta adalah kunci untuk keluar dari jebakan negara berkembang, sekaligus membawa Indonesia menuju level ekonomi yang lebih tinggi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:PON, Nasional, Voli, Ekonomi, KONI
wwwwww