Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

NOC Indonesia Gandeng Jepang Tingkatkan Prestasi Olahraga, Pencak Silat Dapat Perhatian

NOC Indonesia Gandeng Jepang Tingkatkan Prestasi Olahraga, Pencak Silat Dapat Perhatian
Raja Sapta Oktohari bersama Presiden NOC Jepang Seiko Hashimoto saat menandatangani nota kesepahaman. (NOC Indonesia)
Selasa, 16 September 2025 18:22 WIB
Penulis: Azhari Nasution
TOKYO - Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) memperkuat diplomasi olahraga dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Komite Olimpiade Jepang (NOC Jepang). Kerja sama ini menjadi kemitraan strategis pertama yang dilakukan sejak Seiko Hashimoto menjadi pemimpin baru NOC Jepang.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari menegaskan, kesepakatan ini merupakan wujud nyata diplomasi olahraga Indonesia yang tidak pernah berhenti.

“Jepang dan Indonesia telah memiliki kerja sama diplomatik dan ekonomi yang baik selama lebih dari dua dekade terakhir. Diplomasi olahraga adalah perpanjangan dari hubungan baik antarbangsa dan masyarakat kita,” kata Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari.

Okto menjelaskan, kerja sama yang dilakukan NOC Indonesia bersama NOC Jepang mencakup Gerakan Olimpiade, pertukaran atlet dan pelatih, kolaborasi program anti-doping, hingga pengembangan cabang olahraga tertentu termasuk pencak silat di Jepang. Indonesia juga siap membantu Jepang untuk mengembangkan olahraga pencak silat lewat berbagai program yang akan dibuat atas kerja sama ini.

“Jepang selalu konsisten berada di jajaran teratas, seperti yang terlihat dari perolehan medali di berbagai multi event internasional. Kami ingin belajar bagaimana memperkuat dan mengembangkan kemampuan di sebanyak mungkin cabang olahraga, dalam waktu yang realistis, untuk Olimpiade Musim Panas maupun Musim Dingin,” tegas Okto.

“Kami akan mencari setiap peluang yang memungkinkan dan praktis untuk bekerja sama serta membangun kapasitas di kedua negara, termasuk memperkenalkan dan mengembangkan olahraga tradisional Indonesia seperti pencak silat di Jepang, demi manfaat bersama bagi masyarakat kami,” lanjutnya.

Okto juga memastikan Indonesia, melalui Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) dan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), siap menyediakan pelatih maupun program pelatihan jika Jepang memerlukan.

Sementara itu, Presiden NOC Jepang Seiko Hashimoto menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa Jepang akan memberikan perhatian khusus terhadap pencak silat, termasuk melakukan riset tentang sejauh mana pencak silat telah berkembang dan seberapa besar komunitasnya di Jepang saat ini.

“Kami melihat potensi besar dari pencak silat sebagai olahraga tradisional Indonesia yang bisa ikut memperkaya keberagaman cabang olahraga di Jepang. Kami akan melakukan riset lebih jauh untuk memahami ekosistemnya di Jepang, sekaligus mencari model kerja sama terbaik dalam pembinaannya,” ujar Hashimoto.

Selain pencak silat, Hashimoto menekankan bahwa kerja sama kedua NOC juga penting dalam bidang sport science, sport medicine, sport tourism, dan pembangunan infrastruktur olahraga.

“Kontribusi terbesar bisa kami berikan pada penguatan infrastruktur pendukung. Jepang memiliki fasilitas sport science dan sport medicine yang sangat maju, serta pusat pelatihan nasional di berbagai cabang olahraga. Hal ini bisa berdampak besar dalam meningkatkan kapasitas secara menyeluruh,” tambah Hashimoto.

Kerja sama ini juga mempertegas hubungan antara Presiden Okto dan Presiden Seiko yang sudah terjalin lebih dari satu dekade sejak keduanya sama-sama memimpin federasi balap sepeda nasional di masing-masing negara.

“Sebagai generasi baru pemimpin olahraga, yang juga memiliki pengalaman unik dalam kepanitiaan multi-event internasional, memimpin federasi nasional, dan kini menjadi Presiden Komite Olimpiade Nasional, kami memiliki pemahaman mendalam tentang keseluruhan ekosistem olahraga. Kami ingin memaksimalkan pengalaman dan pengetahuan bersama demi perkembangan olahraga Indonesia dan Jepang,” tutup Hashimoto.

Dengan penandatanganan MoU ini, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai aktor penting dalam diplomasi olahraga internasional. Bagi NOC Indonesia, setiap kolaborasi adalah investasi jangka panjang untuk prestasi, persahabatan, dan kehormatan Merah Putih di panggung dunia. ***

wwwwww