Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Voli

Indonesia Ditargetkan Bebas Impor Solar Tahun 2026, Menteri ESDM Bahlil: Kita dorong ke B50

Indonesia Ditargetkan Bebas Impor Solar Tahun 2026, Menteri ESDM Bahlil: Kita dorong ke B50
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto:esdm.go.id)
Jum'at, 10 Oktober 2025 19:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA -  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pPmerintah Indonesia menargetkan penghentian total impor minyak solar pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan energi nasional.

Hal ini disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menjadi pembicara utama di Investor Daily Summit 2025 di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Menurut Menteri Bahlil, kunci pencapaian target ini adalah penerapan program mandatori biodiesel B50, yakni campuran 50 persen bahan bakar nabati (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) ke dalam minyak solar konvensional.

“Atas arahan Bapak Presiden, sudah diputuskan bahwa tahun 2026 insya Allah kita dorong ke B50. Dengan demikian, Indonesia tidak lagi melakukan impor solar,” tegas Bahlil yang dikutip dari laman resmi esdm.go.id.

Menurut data Kementerian ESDM, program biodiesel sejak 2020 telah memberi dampak besar bagi perekonomian nasional. Selama periode 2020–2025, kebijakan ini menghemat devisa hingga USD 40,71 miliar.

Dengan penerapan B50 pada 2026, pemerintah memperkirakan tambahan penghematan devisa sekitar USD 10,84 miliar dalam satu tahun.

Saat ini, impor solar masih mencapai 4,9 juta kiloliter atau sekitar 10,5 persen dari kebutuhan nasional. Program B50 diharapkan mampu menutup seluruh kebutuhan tersebut dengan pasokan dari dalam negeri. ***

wwwwww