Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
16 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
17 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
9 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
17 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Badminton

SGY Minta Pemprov DKI Miliki Usaha Resort di Kepulauan Seribu

SGY Minta Pemprov DKI Miliki Usaha Resort di Kepulauan Seribu
Ketua KATAR, SGY bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kepulauan Seribu, Iwan P Samosir. (Ist)
Jum'at, 10 Oktober 2025 14:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Aktivis Jakarta yang juga Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto (SGY), meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar memiliki usaha resort sendiri di kawasan Kepulauan Seribu.

SGY mengatakan, langkah ini dinilai penting untuk memperkuat peran pemerintah daerah dalam pengelolaan pariwisata dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

 
Menurut SGY, saat ini pengelolaan resort di Kepulauan Seribu sepenuhnya dikuasai oleh pihak swasta, sementara Pemprov DKI belum memiliki usaha serupa melalui badan usaha milik daerah (BUMD).
 
"Selama ini resort di Kepulauan Seribu hanya dikelola swasta. Padahal Pemprov DKI bisa ikut mengelola lewat BUMD seperti PT Jakarta Tourisindo atau PT Pembangunan Jaya Ancol," kata SGY, saat acara diskusi Ngobrolin Jakarta (Ngojak) bertajuk "Kepulauan Seribu Wisata Global" di Kantor Bupati Kepulauan Seribu, Jumat (10/10/2025).
 
Ia menilai, dengan posisi Jakarta yang kini berstatus sebagai kota global, pengembangan kawasan Kepulauan Seribu menjadi destinasi wisata internasional harus menjadi prioritas. 
 
Keberadaan resort milik Pemprov, lanjut SGY, dapat menjadi ikon baru wisata bahari Jakarta sekaligus contoh pengelolaan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
 
"Kepulauan Seribu sangat potensial untuk dijadikan destinasi wisata internasional. Sudah saatnya DKI memiliki resort sendiri agar dapat mengatur arah pembangunan pariwisata yang berpihak pada daerah dan masyarakat," jelasnya.
 
SGY menambahkan, usaha ini juga bisa menjadi strategi inovatif dalam mengoptimalkan PAD, terutama di tengah berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat yang mencapai sekitar Rp 15 triliun.
 
"Dengan DBH yang dipangkas, Pemprov DKI harus kreatif mencari sumber pendapatan baru. Resort milik daerah di Kepulauan Seribu bisa jadi salah satu solusi konkret," tegasnya.
 
Ia berharap, Pemprov DKI melalui BUMD dapat segera melakukan kajian kelayakan bisnis dan lingkungan secara komprehensif strategis untuk merealisasikan proyek tersebut.
 
"Ini bukan sekadar bisnis, tapi bagian dari strategi memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang punya destinasi wisata kelas dunia," tukas SGY.
 
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kepulauan Seribu, Iwan P Samosir sangat mendukung usulan yang disampaikan SGY.
 
"Masukan yang disampaikan Bang SGY ini sangat bagus dan tepat. Pak Bupati juga bahkan sudah berkoordinasi dengan Dinas Parekraf DKI Jakarta agar bisa membentuk BLUD yang bisa menggarap pariwisata di Kepulauan Seribu," terangnya.
 
Iwan menuturkan, dengan adanya BLUD tentu bisa memungkinkan Pemprov DKI Jakarta memperoleh pendapatan dari pengelolaan sektor pariwisata di Kepulauan Seribu.
 
"Kita ingin potensi pariwisata di Kepulauan Seribu ini bisa dioptimalkan dan memberikan manfaat serta berkontribusi terhadap kesejahteraan warga," pungkas Iwan. ***

wwwwww