Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
7 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
8 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
11 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Pengakuan Mengejutkan Pelaku Pembunuhan di Hotel Palembang, Mengaku Didatangi Arwah Korban

Pengakuan Mengejutkan Pelaku Pembunuhan di Hotel Palembang, Mengaku Didatangi Arwah Korban
Kolase Pelaku pembunuhan Febrianto (kiri), Anti korban pembunuhan (kanan).
Jum'at, 17 Oktober 2025 10:29 WIB

PALEMBANG – Rasa bersalah terus menghantui Febrianto (22), pelaku pembunuhan Anti Puspitasari (22), wanita hamil yang ditemukan tewas di kamar Hotel Lendosis, Palembang. Ia mengaku tidak bisa tidur tenang karena merasa didatangi sosok perempuan berbaju putih yang menggendong bayi — diyakininya sebagai arwah korban.

“Dia datang dalam mimpi, pakai baju putih, rambut panjang, gendong bayi. Suruh aku minta maaf ke keluarga dan ziarah ke makam,” kata Febrianto saat diperiksa penyidik, Kamis (16/10/2025). 

Kasus tragis ini bermula dari pertemuan keduanya di hotel pada Jumat (10/10/2025). Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku kesal karena korban menolak melayani untuk kedua kalinya sesuai kesepakatan. “Pelaku emosi karena disuruh meninggalkan kamar sebelum waktunya,” jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Johannes Bangun. 

Dalam kondisi marah, Febrianto membekap mulut korban hingga kehabisan napas. Ia kemudian mengikat tangan korban dan membawa kabur motor serta ponsel korban untuk menghilangkan jejak. “Motornya tidak dijual, dipakai untuk kabur. Handphone dibuang ke sungai,” ucap Febrianto dalam video pengakuannya.

Motor korban akhirnya ditemukan polisi di sebuah gudang di Muara Padang, dalam kondisi terkunci stang dan tanpa pelat nomor. Barang bukti lainnya berupa pakaian korban dan pelaku juga telah diamankan penyidik.

Namun setelah pelariannya, Febrianto mengaku hidupnya tidak tenang. Ia merasa terus dihantui oleh sosok korban. “Dia suruh aku elus perutnya, minta maaf, dan selamatan buat dia sama anaknya,” ujar Febrianto dengan suara lirih. 

Johannes mengatakan pihaknya masih mendalami keterangan pelaku, termasuk motif dan kondisi psikologisnya. “Keterangan pelaku masih kami dalami. Semua bukti dan hasil pemeriksaan akan dikembangkan dalam penyidikan,” ujarnya. 

Anti Puspitasari ditemukan tewas Sabtu (11/10/2025) oleh petugas hotel setelah kamar tidak juga dibuka hingga lewat waktu check out. Dari hasil autopsi, korban diketahui tengah hamil sekitar dua bulan dan meninggal karena kehabisan oksigen setelah mulutnya disumbat.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi pelajaran pahit tentang bagaimana amarah sesaat dapat berubah menjadi penyesalan yang tak berujung. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Sumatera Selatan
wwwwww