Usulkan Pengprov Perbakin Jakarta Bentuk Pengkab/Pengkot, Chaidier: Pembinaan Lebih Terarah
![]() |
| Mayjend TNI Marinir (Purn) Chaidier Patonnory saat menjuarai Kapolda Kaltim Cup 2023. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
Hal ini disampaikan Chaidier Patonnory menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Perbakin DKI Jakarta yang rencananya bakal digelar Desember 2025 mendatang.
"Pembentukan Pengkab/Pengkot Perbakin di Wilayah Jakarta plus Kepulauan Seribu perlu dipikirkan bilamana Jakarta tidak lagi menjadi Ibu Kota untuk menyesuaikan dengan AD/ART Perbakin," kata Chaidier, panggilan karibnya, di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Pembentukan Pengkab/Pengkot Perbakin ini, kata Chaidier, sangat penting direalisasikan. Karena, bukan hanya bisa mempermudah kontrol pengawasan terhadap klub-klub menembak tetapi juga mempermudah kinerja Pengprov Perbakin DKI Jakarta khususnya dalam upaya menjalankan program pembinaan atlet.
"Selama ini kan semua terpusat di Pengprov Perbakin DKI Jakarta karena tidak adanya Pengkab/Pengkot Perbakin di Wilayah DKI Jakarta plus Kepulauan Seribu. Akibatnya, tidak semua potensi petembak yang berada di wilayah tersebut tergali dengan baik. Kalau ada Pengkab/Pengkot sistem pembinaan akan lebih terarah," ujarnya.
"Saya yakin dengan adanya Pengkab/Pengkot maka prestasi olahraga menembak di DKI Jakarta bisa lebih ditingkatkan sehingga dapat melahirkan atlet-atlet menembak berkualitas yang bukan hanya mampu berprestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) tetapi juga mengibarkan Merah Putih di ajang single dan multi event internasional," lanjutnya.
Lebih jauh, Chaidier juga menyoroti kebijakan Pengprov Perbakin DKI Jakarta terkait peraturan yang diputuskan sepihak tanpa melalui Rapat Pleno dan disahkan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) sesuai dengan mekanisme organisasi. Begitu juga dengan masukan perbaikan yang tidak direalisasikan.

Harapan yang sama juga dilontarkan Ketua Magnum Shooting Club, Temmy Djaja Hartanto, S.E., M.H. "Semua harus dijalankan melalui mekanisme organisasi. Yakni, kebijakan dihasilkan melalu rapat pleno lalu diputuskan dalam Rakerprov," tegasnya,
Sementara itu, Ketua Bima Sakti Shooting Club Ir Christian GP Muljadi mengatakan Perbakin adalah organisasi yang bersifat kolektif kolegial. Makanya, dia mempertanyakan mengapa dirinya dan beberapa anggota klub yang tidak diundang dalam Rakerprov.
"Kami adalah anggota yang sah dan masalah verifikasi klub masalah administrasi dan kami menuntut hak kami untuk turut serta dalam Rakerprov," katanya.

Terkait pelaksanaan Musprov Perbakin DKI Jakarta, Christian, panggilan karibnya, mengusulkan sebaiknya visi misi pada saat pencalonan, mengunakan sistim cloud service tidak disosialisalikan kepada anggota, siapa yang menjadi owner, editor, komenter, viewer dan bagaimana cara mengaksesnya. Dengan demikian, sistim digitalisasi dan transparansi yang diinginkan bisa tercapai dengan baik.
Selain itu, dia juga meminta penunjukan auditor independent harus disetujui seluruh anggota dulu sebelum pelaksanaan laporan keuangan dan tidak langsung ditunjuk pengurus harian Pengprov Perbakin DKI Jakarta. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













