Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Olympic

PT KAI Siap Tempuh Jalur Hukum, Sopir dan Pemilik Truk Jadi Tersangka Potensial Usai Kecelakaan KA Harina di Semarang

PT KAI Siap Tempuh Jalur Hukum, Sopir dan Pemilik Truk Jadi Tersangka Potensial Usai Kecelakaan KA Harina di Semarang
Kecelakaan lalu lintas antara truk trailer tanpa muatan dan kereta api terjadi di palang pintu rel Kaligawe Semarang.
Rabu, 22 Oktober 2025 18:00 WIB

SEMARANG – Kecelakaan antara Kereta Api Harina jurusan Bandung–Surabaya dengan truk trailer tanpa muatan di perlintasan rel Kaligawe, Kota Semarang, Selasa (21/10/2025) sore, berbuntut panjang. Meski tak menelan korban jiwa, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan akan menempuh jalur hukum terhadap sopir dan pemilik truk yang diduga lalai hingga menyebabkan gangguan perjalanan kereta dan kemacetan parah di jalur utama Semarang bagian utara.

Manager Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat internal untuk menindaklanjuti kasus tersebut. “Kami akan melakukan proses hukum terhadap sopir dan pemilik truk. Saat ini tim hukum KAI sedang menyiapkan langkah pelaporan,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Menurut Franoto, tabrakan itu terjadi akibat kelalaian sopir truk yang tetap nekat melintas meski palang pintu sudah mulai tertutup. “Sebelum kejadian, masinis telah membunyikan klakson berkali-kali sesuai prosedur. Tapi sopir truk tetap memaksa melintas hingga akhirnya terjebak di tengah rel,” jelasnya.

Beruntung, sopir berhasil melompat keluar sesaat sebelum KA Harina menabrak bagian belakang truk dengan kecepatan tinggi. Tubuh truk terseret puluhan meter sebelum akhirnya hancur. Tidak ada korban jiwa, namun perjalanan kereta sempat terganggu dan arus lalu lintas di Jalan Kaligawe Raya lumpuh selama beberapa jam.

Relawan setempat, Marsudi, menuturkan bahwa truk melaju dari arah timur menuju barat saat palang pintu mulai menutup. “Truk itu sudah masuk separuh badan jalan, tapi mesin mendadak mati dan tidak bisa keluar dari lintasan. Warga sempat berteriak memperingatkan, tapi waktu terlalu singkat,” katanya.

KAI memastikan seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan oleh masinis sebelum kejadian. “Masinis sudah memberikan isyarat suara sesuai ketentuan dan mengurangi kecepatan saat mendekati perlintasan. Ini murni karena kelalaian pengemudi yang melanggar aturan,” ujar Franoto.

Meski jumlah kerugian masih dihitung, KAI memperkirakan nilai kerusakan mencapai ratusan juta rupiah karena melibatkan kereta penumpang dan infrastruktur jalur rel. “Tim internal masih melakukan pendataan terkait kerusakan dan penundaan perjalanan akibat insiden tersebut,” tambahnya.

KAI juga mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin dalam melintasi perlintasan sebidang. “Kami sudah sering sosialisasi soal pentingnya menaati rambu dan palang pintu. Tapi pelanggaran seperti ini masih sering terjadi,” kata Franoto.

Pihaknya berjanji akan bekerja sama dengan kepolisian untuk mempercepat proses hukum sekaligus memberikan efek jera. “Ini bukan sekadar soal kerugian material, tapi soal keselamatan jiwa banyak orang,” tegasnya.

Perlintasan Kaligawe memang dikenal rawan kecelakaan karena padatnya arus kendaraan dan minimnya disiplin pengguna jalan. Warga berharap pemerintah segera mempercepat pembangunan flyover atau underpass di lokasi tersebut agar kejadian serupa tidak terulang. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Jawa Tengah
wwwwww