Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
5
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
20 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Nasional

Ketum PITA Ajak Pemuda Jadikan Sumpah Pemuda Sebagai Kompas di Era Digital

Ketum PITA Ajak Pemuda Jadikan Sumpah Pemuda Sebagai Kompas di Era Digital
Ketua Umum PITA, Ervan Purwanto. (Ist)
Selasa, 28 Oktober 2025 08:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air (PITA), Ervan Purwanto menyerukan agar generasi muda Indonesia meneladani dan mengimplementasikan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi dan pengaruh budaya asing.

Dalam pernyataannya memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap 28 Oktober, Ervan menegaskan, Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar peristiwa sejarah, melainkan pedoman hidup yang harus dijadikan pegangan moral bagi seluruh generasi muda Indonesia.

 
"Sumpah Pemuda adalah kompas moral bagi pemuda Indonesia. Semangat persatuan yang terkandung di dalamnya harus terus dihidupkan, terutama di tengah derasnya arus media sosial dan pengaruh budaya asing yang bisa mengikis jati diri bangsa," kata Ervan, melalui keterangan tertulis, Selasa (28/10/2025).
 
Ervan mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak negatif media sosial yang kerap melahirkan disinformasi, ujaran kebencian, dan perilaku konsumtif di kalangan pemuda. 
 
Ia mengingatkan agar generasi muda lebih bijak dalam bermedia sosial, dengan menyaring informasi serta menjadikan platform digital sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai positif dan memperkuat identitas kebangsaan.
 
"Pemuda harus bisa menggunakan media sosial secara bijak, bukan justru terbawa arus tren yang melemahkan karakter bangsa. Jadikan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan konten positif, edukatif, dan memperkenalkan budaya Indonesia," tegasnya.
 
Lebih lanjut, Ervan mengajak generasi muda untuk menerapkan nilai-nilai Sumpah Pemuda melalui tiga langkah nyata, di bidang sosial dengan aktif berperan dalam kegiatan masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
 
Kemudian, di bidang pendidikan dengan memperkuat pendidikan yang menanamkan cinta tanah air dan kesadaran sejarah bangsa.
 
Selanjutnya, di bidang kreativitas dengan menggunakan media sosial untuk berkarya dan menyebarkan pesan-pesan positif yang menginspirasi.
 
"Saya juga kembali mengingatkan agar generasi muda bisa terus berkarya dan berprestasi, menjauhi Narkoba, tawuran, dan pergaulan bebas. Mari kita menjadi generasi muda yang ber-akhlakul karimah, taat beragama, dan beradab," tegasnya.
 
Ia berharap pemuda Indonesia tidak hanya mengenang semangat 28 Oktober sebagai peringatan tahunan, tetapi juga menjadikannya sebagai gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
 
"Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga aktif membangun masa depan bangsa dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi jati diri Indonesia," pungkas Ervan. ***

Kategori:Nasional
wwwwww