Krisis Air Bersih di Kampung Apung, Warga Mandi Air Sumur Keruh dan Beli Air Pikulan
![]() |
| Penampakan Kampung Apung, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat dari atas udara pada Kamis (2/11/2023). (foto: iqbal firdaus/kumparan) |
JAKARTA – Warga Kampung Apung Kapuk Teko, RT 10/RW 01, Kalideres, masih bergantung pada air sumur keruh untuk mandi dan mencuci, sementara kebutuhan minum dan masak dipenuhi dari air pikulan yang dibeli harian. Ketua RT 10, Rudi, 55, menyebut harga air gerobak kini Rp6.000–Rp7.000 per pikul, dengan konsumsi 2–5 pikul per minggu per rumah tangga. “Kalau untuk air minum, air masak kita harus beli air isi ulang, air gerobak. Makanya dari dulu banyak warga itu minta pengajuan PAM,” ucapnya, Senin (27/10/2025).
Rudi menuturkan kualitas air tanah mulai turun sejak kawasan kerap tergenang dan diduga tercemar sejak pertengahan 1990-an. “Sekitar tahun 80 lewat, udah mau tahun 90-an tuh sudah mulai kerendam. Kampung kita sering banjir. Nah 90-an pertengahan itu sudah sama sekali nggak bisa digunain buat masak,” ujarnya.
Warga lain, Usman, 60, mengatakan pola ini berlangsung setiap hari. “Kalau kita minum, air pikul beli,” katanya. Sementara untuk keperluan harian, warga terpaksa tetap menggunakan air sumur yang berwarna kekuningan dan berbau. “Mandi, nyuci, ini. Emang kalau kayak minum, udah nggak layak diminum,” lanjutnya.
Permohonan sambungan air PAM disebut sudah diajukan dua bulan terakhir, namun belum ada realisasi. “Jadi ada dua bulanan, kayaknya udah ada,” ujar Usman. Ia juga berharap pemerintah ikut membenahi fasilitas umum. “Warga paling mintanya memang nggak neko-neko sih. Bikin fasilitas umum, kayak sekolahan, puskesmas. Pemerintah juga punya masuknya. Bukannya ke per orang,” tuturnya.
Kondisi sanitasi kian mengkhawatirkan. Air sumur untuk mandi berwarna kuning dan menyisakan bekas karat di MCK umum. “Kalau cuma untuk mandi, cuci piring apa itu masih bisa digunain sih. Air sumur itu masih bisa,” kata Rudi.
Keluhan mengenai air keruh dan tak layak konsumsi juga datang dari warga Kapuk Teko, Muara Angke, terutama di Kalideres dan Cengkareng. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan telah memerintahkan penyaluran bantuan air bersih. Dalam laporan yang diterimanya disebut, “Air PAM juga enggak masuk. Ketika air keluar bening, tapi 20–30 menit kemudian keruh dan tidak bisa dikonsumsi,” ucapnya, Senin (27/10/2025).
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, menegaskan koordinasi dengan PAM segera dilakukan. “Segera saya koordinasi dengan PAM untuk dikirimkan air bersih. Karena memang betul untuk Cengkareng dan Kalideres, kekurangan air bersih dan akses PAM masih dalam proses. Insyaallah dalam waktu dekat nanti masuk,” ujarnya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kumparan.com |
| Kategori | : | Badminton, Automotif, DKI Jakarta |













