Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
10 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
6 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
12 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tita Nurcahya Raih Tiga Perak di ISG Riyadh 2025

Tita Nurcahya Raih Tiga Perak di ISG Riyadh 2025
Lifter muda Indonesia Tita Nurcahya Melyani (kiri) bersama Gamez Altun dari Turki dan Nuray Abilova dari Kazakhstan. (NOC Indonesia)
Sabtu, 08 November 2025 21:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution

RIYADH – Angkat besi menjadi pembuka raihan medali bagi Kontingen Indonesia pada ajang Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025. Bertanding di Boulevard City, Riyadh, lifter muda Tita Nurcahya Melyani menyumbangkan tiga medali perak dari kelas 48kg putri, sekaligus mencatatkan rekor pribadi baru.

Atlet kelahiran 2005 itu tampil konsisten sepanjang perlombaan dengan mencatatkan 68kg pada angkatan snatch dan 85kg pada clean and jerk, sehingga membukukan total angkatan 153kg. Catatan total angkatan itu melampaui rekor pribadi Tita dari sebelumnya 150kg.

“Alhamdulillah saya bersyukur bisa mempersembahkan medali untuk Indonesia. Ini menjadi motivasi besar untuk terus berprogres dan memperbaiki catatan angkatan di kompetisi berikutnya,” ujar Tita seusai pertandingan.

Medali emas diraih lifter asal Turki Gamez Altun dengan total angkatan 172kg (snatch 72kg, clean and jerk 100kg), sementara perunggu menjadi milik Nuray Abilova dari Kazakhstan dengan total 144kg (snatch 65kg, clean and jerk 79kg).

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk ISG 2025, Endri Erawan yang menyaksikan langsung perjuangan Tita memberikan apresiasinya. Ia menilai Tita menunjukkan semangat pantang menyerah dan mental juara sampai akhir.

“Sebagai atlit muda, Tita tampil luar biasa dengan mental yang sangat kuat. Ia tidak hanya menyumbangkan medali perdana bagi Indonesia, tetapi juga menunjukkan potensi besar generasi muda angkat besi kita," ujar Endri.

"Medali ini membuktikan pembinaan atlet muda berjalan sangat baik di PB PABSI. Semoga dapat dipertahankan bahkan kalau perlu ditingkatkan lagi. Terima kasih PB PABSI, ini juga menjadi awal yang positif bagi seluruh kontingen di ISG Riyadh. Semoga dapat menambah semangat atlet cabor lainnya untuk membawa medali ke Indonesia” imbuhnya.

Sebelumnya, Tim Indonesia sudah mendapatkan medali perunggu dari cabang olahraga pencak silat. Namun, pencak silat masih berstatus demo sports sehingga medali tidak masuk dalam perhitungan klasemen perolehan medali.***

wwwwww