Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Raih Perunggu di ISG Riyadh 2025, Nadita: Medali Ini buat Mama

Raih Perunggu di ISG Riyadh 2025, Nadita: Medali Ini buat Mama
Lifter muda Indonesia Nadita Aprilia. (NOC Indonesia)
Selasa, 11 November 2025 19:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
RIYADH – Kontingen Indonesia menambah perolehan medali perunggu dari cabang olahraga angkat besi di Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025. Adalah lifter muda Indonesia Nadita Aprilia yang turun di kelas 63kg putri melalui angkatan snatch seberat 117kg.

Tampil di Boulevard City Riyadh, Dita sapaan akrab Nadita Aprilia, tampil habis-habisan untuk bisa mengangkat beban 117kg di percobaan ketiganya. Sebelumnya, ia gagal di dua kali dengan angaktan 110kg pada percobaan pertama dan 112kg pada percobaan kedua.

"Tegang banget, karena dua kali gagal. Jadi angkatan ketiga jadi harapan terakhir," kata Dita dengan air mata yang masih mengalir di pipinya.

Sebelum memulai percobaan ketiganya di clean and jerk, Dita mengaku mendapatkan suntikan motivasi dari pelatihnya. Maklum, ini kali kedua penampilan Dita di event internasional, setelah di Asian Championship di Jiangshan, China pada Mei lalu.

"Tadi pelatih bilang, Dita enggak boleh pulang, harus jadi juara. Jadi tadi saya mati-matian bisa angkat 117kg," ungkap Dita.

Medali emas angkatan clean and jerk direbut lifter asal Turki Aysel Ozkan dengan 118kg dan perak didapat peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 dari Nigeria Ruth Imoleayo Ayodele yang juga mengangkat 117kg. Namun, karena Imoelayo lebih dulu mengangkat, perak diberikan kepadanya.  

"Medali ini buat Mama. Terima kasih buat Mama sudah selalu mendoakan Dita," imbuhnya.

Sementara itu, di angkatan snatch Dita menempati peringkat keempat dengan 94kg. Begitu juga di total angkatan 211kg, lifter 21 tahun itu menempati urutan keempat.

Dari kelas 79kg putra, Raihan Adesta Putra Perdana berhasil mengangkat 136kg untuk snatch, 168kg  di clean and jerk dan total 304kg. Hasil ini menempatkan Raihan di peringkat kedelapan.

Tambahan perunggu dari angkat besi membuat Kontingen Indonesia sampai saat ini sudah mengumpulkan tiga medali emas, 10 perak dan dua perunggu di Islamic Solidarity Games 2025. ***

wwwwww