Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
6 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Inspeksi Mendadak di Tanjung Perak, Purbaya Bongkar Dugaan Rekayasa Nilai Impor

Inspeksi Mendadak di Tanjung Perak, Purbaya Bongkar Dugaan Rekayasa Nilai Impor
Rabu, 12 November 2025 08:07 WIB

JAKARTA – Kunjungan kerja Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, ke Pelabuhan Tanjung Perak berujung pada temuan mengejutkan. Dari hasil pemeriksaan fisik kontainer, ditemukan barang impor bernilai puluhan juta rupiah namun tercatat hanya senilai Rp100 ribu di dokumen pabean.

“Saat pemeriksaan ada barang yang nilainya tidak masuk akal, hanya tujuh dolar AS. Padahal di marketplace dijual hingga Rp40 juta. Ini yang sedang kami telusuri lebih lanjut,” ujar Purbaya, Selasa (11/11/2025).

Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya praktik manipulasi harga dalam proses impor. Menurutnya, celah seperti ini berpotensi besar merugikan negara karena nilai pabean yang dilaporkan tidak mencerminkan harga sebenarnya.

“Harus ada kepastian bahwa setiap nilai barang impor ditetapkan sesuai harga pasar. Ini soal keadilan dan penerimaan negara,” tegasnya.

Selain meninjau area longroom pemeriksaan, Purbaya juga menyempatkan diri melihat langsung laboratorium Bea dan Cukai. Laboratorium tersebut berfungsi menguji kandungan barang untuk memastikan klasifikasi dan pungutan negara berjalan sesuai aturan.

“Fasilitasnya bagus, tapi saya minta perawatan tetap diperhatikan agar hasil uji tetap akurat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya turut memantau alat scanner kontainer yang baru dipasang dua minggu terakhir. Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat proses pemeriksaan dan menekan potensi manipulasi.

“Controller scanner-nya sudah berfungsi cukup baik meski belum sempurna. Tapi saya yakin bisa meningkatkan kecepatan dan ketepatan pengecekan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi sistem pengawasan berbasis teknologi informasi untuk mencegah penyimpangan serupa. Semua aktivitas pelabuhan nantinya akan terpantau langsung dari pusat.

 “Kalau sistemnya terhubung dengan Jakarta, maka setiap aktivitas bisa diawasi secara real-time. Tidak ada lagi ruang untuk permainan data,” pungkasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Badminton, Ekonomi, KONI, DKI Jakarta
wwwwww