Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Jelang SEA Games ke-33 Thailand 2025

Usai TC di Uzbekistan, Timnas Tinju Optimistis Raih Satu Medali Emas

Usai TC di Uzbekistan, Timnas Tinju Optimistis Raih Satu Medali Emas
Hengky Silatang dan Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari. (Ist)
Rabu, 19 November 2025 15:51 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERBATI) pimpinan Ray Zulham Farras Nugraha optimistis Timnas Tinju Indonesia bakal mampu memenuhi target satu medali emas pada SEA Games ke-33 yang akan berlangsung di Thailand, 9-20 Desember 2025 mendatang.  

“PERBATI optimistis Timnas Tinju Indonesia bisa memenuhi target satu medali emas di Thailand nanti. Mudah-mudahan saja bisa lebih,” kata Sekjen PERBATI Hengky Silatang di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Untuk memenuhi target tersebut, kata Hengky, Timnas Tinju Indonesia sudah melakukan Training Camp (TC) dan latih tanding di Vietnam dan Uzbekistan masing-masing selama tiga minggu. Tujuannya, bukan hanya meningkatkan prestasi tetapi menambah pengalaman bertanding.  

“Kita memilih TC terakhir di Uzbekistan karena negara pecahan Rusia itu sudah menjadi kiblat tinju amatir dunia. Mereka berhasil merebut lima medali emas pada di Olimpiade Paris 2024. Karena hubungan kita cukup baik maka anak-anak diberikan kesempatan menjalani latih tanding dengan petinju Olimpiadenya,” jelas Hengky Silatang.

Waspadai Masalah Non Teknis

Untuk bisa memenuhi target tersebut, kata Hengky, memang tidak mudah. Selain Filipina dan Vietnam, ada tuan rumah Thailand menjadi saingan terberat. Apalagi, Negeri Gajah Putih berambisi menjadikan cabang olahraga tinju sebagai tambang emas dalam upaya mempertahankan gelar juara umum pada pesta olahraga dua tahunan negara-negara Asia Ternggara edisi ke-33 tersebut.

Dari segi skill, pemilik HS Boxing Camp Ciseeng Bogor ini menyebut petinju Indonesia tidak kalah dengan Filipina dan Thailand.  Namun, dia meneyebut faktor non teknis patut diwaspadai.

“Petinju kita itu tidak kalah skillnya dengan Filipina dan Thailand. Yang, kita waspadai itu faktor non teknis yang sering terjadi. Biasanya tuan rumah lebih diuntungkan dalam masalah penilaian,” ungkapnya.  ***

wwwwww