Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  PON

250 Ton Beras Misterius Masuk Sabang, Pemerintah Bergerak Cepat Bongkar Jaringannya

250 Ton Beras Misterius Masuk Sabang, Pemerintah Bergerak Cepat Bongkar Jaringannya
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan beras ilegal masuk ke Indonesia. (cnn indonesia/hesti rika).
Minggu, 23 November 2025 19:45 WIB

JAKARTA – Sebanyak 250 ton beras ilegal ditemukan masuk ke Sabang, Aceh, tanpa izin pemerintah pusat. Temuan mengejutkan ini membuat Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengunci seluruh akses keluar-masuk gudang penyimpanan. Kasus tersebut memunculkan tanda tanya besar mengenai bagaimana komoditas sebanyak itu bisa lolos dari pengawasan resmi.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan laporan awal diterima sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (23/11/2025).

“Kami terima laporan ada beras masuk di Sabang sebanyak 250 ton tanpa izin pusat,” ujarnya di kediamannya di Kalibata.

Mengetahui hal itu, Amran langsung menghubungi sejumlah pejabat keamanan.

“Tadi langsung kami telepon Kapolda, Kabareskrim, Pangdam. Gudangnya langsung disegel dan tidak boleh ada yang keluar,” jelasnya. 

Gudang yang disegel diketahui milik PT Multazam Sabang Group. Pemerintah kini mengusut jalur masuk beras tersebut dan pihak-pihak yang terlibat dalam operasi yang diduga terorganisir ini.

“Kami minta ditelusuri siapa pelaku-pelakunya,” tegas Amran.

Menurutnya, berbagai alasan sering muncul ketika kasus seperti ini ditemukan, mulai dari klaim prosedur hingga “dalil kebenaran” dari pihak-pihak tertentu. Namun, ia menegaskan, arahan Presiden sudah sangat jelas: tidak ada impor selama stok nasional mencukupi.

“Semua harus patuh pada perintah Presiden,” katanya.

Dugaan Masuk Lewat Jalur Lain

Selain Sabang, Amran mendapat laporan awal mengenai kejadian serupa di Batam, meski belum dapat dipastikan.

“Kami dapat laporan, tapi masih kami cek,” ungkapnya.

Temuan beras ilegal di dua wilayah pelabuhan strategis ini menimbulkan dugaan adanya pola masuknya komoditas pangan melalui jalur-jalur yang tak terpantau secara resmi. 

Ganggu Target Swasembada

Amran menilai masuknya beras ilegal berpotensi mengganggu strategi Indonesia menuju swasembada. Pemerintah menargetkan capaian swasembada bisa diumumkan pada awal Desember.

“Jangan diganggu lagi. Kalau ada, pasti kita usut,” tegasnya.

Kementan bersama aparat keamanan kini mengusut jejak distribusi, titik masuk, dan alur logistik yang memungkinkan komoditas sebesar 250 ton bisa tiba tanpa persetujuan pusat. Pemerintah memastikan investigasi akan dilakukan menyeluruh untuk membongkar jaringan impor ilegal yang menjadi ancaman serius bagi stabilitas pangan nasional. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:PON, Voli, Beladiri
wwwwww