Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
13 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Wujudkan Program Strategis Presiden Lewat Pembangunan Kompleks Fasilitas Latihan Atlet Modern

Wujudkan Program Strategis Presiden Lewat Pembangunan Kompleks Fasilitas Latihan Atlet Modern
Menpora Erick Thohir. (Kemenpora)
Minggu, 23 November 2025 19:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menyambut baik dan siap mewujudkan program strategis Presiden RI Prabowo Subianto agar olahraga Indonesia bisa digdaya di pentas dunia.

Salah satu program strategis tersebut yakni, pentingnya pembangunan kompleks fasilitas latihan atlet yang modern, berbasis sport science, dan terintegrasi sebagai pusat pembinaan jangka panjang yang masuk dalam salah satu program strategis pemerintah dan akan segera diakselerasi dalam waktu dekat.

Kelengkapan sarana prasarana dan terbangunnya ekosistem pembentukan dan pembinaan atlet jangka panjang secara terintegrasi menjadi hal yang sangat penting. Oleh karena itu, Presiden Prabowo ingin Indonesia memiliki kawasan pusat pelatihan olahraga terbesar dan terbaik se Asia Tenggara.

Kemenpora dibawah kepemimpinan Menpora Erick Thohir berupaya mewujudkan Asta Cita keempat Presiden Prabowo dengan melakukan pembinaan terhadap para atlet berbagai cabang olahraga serta memberikan dukungan agar para atlet menjadi juara dan mengibarkan bendera Merah Putih.

“Saya dan tentunya semua masyarakat Indonesia yang ingin melihat prestasi olahraga mendunia mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan perhatian khusus kepada bidang olahraga kita, dengan memasukkan rencana pembangunan kompleks fasilitas latihan atlet ke dalam program strategis pemerintah yang segera diakselerasi dalam waktu dekat," kata Menpora Erick Thohir.

"Ini artinya Pak Presiden tidak main-main dalam mengupayakan bangsa kita menjadi bangsa yang digdaya di pentas olahraga internasional. Karena rencananya kita mendirikan pusat pelatihan ini akan menjadi yang terbaik di Asia Tenggara," tambah Menpora Erick.

Perhatian yang diberikan Presiden Prabowo untuk olahraga Indonesia ini menurut Menpora Erick Thohir akan semakin memotivasi seluruh stakeholder olahraga di Indonesia.

"Perhatian dan komitmen Presiden ini tentunya semakin memotivasi seluruh stake holder yang terlibat di dalam ekosistem olahraga prestasi untuk memberikan yang terbaik demi Merah Putih. Termasuk para atlet yang keberangkatannya ke setiap event adalah menjadi duta bangsa," ujar Menpora Erick.

Dan untuk mewujudkan mimpi besar tersebut, Menpora Erick menegaskan bahwa Kemenpora juga akan berkolaborasi dengan lintas kementerian. "Yang terpenting kita harus bersatu merencanakan dan mewujudkan ini, sehingga pembinaan berjenjang dan jangka panjang nanti dilakukan secara konsisten dan berujung prestasi. Ini mimpi besar kita semua,”pungkas Menpora Erick.

Selain itu, Menpora Erick juga menyampaikan kepada Presiden, 17 cabang olahraga (cabor) unggulan yang ditetapkan sebagai fokus pembinaan jangka menengah dan jangka panjang Kemenpora.

Penetapan ini merupakan bagian dari persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dengan sasaran antara melalui Asian Games Nagoya 2026 dan SEA Games 2027, berdasarkan kajian mendalam meliputi analisis potensi kontribusi medali, rekam jejak prestasi internasional, kesiapan ekosistem pembinaan nasional serta prospek jangka panjang yang diyakini mampu memperkuat posisi indonesia dalam kompetisi olahraga dunia.

Adapun 17 cabor unggulan itu antara lain atletik, senam, renang, bulutangkis, angkat besi, panjang tebing dan panahan.

Sebagai bagian dari tata kelola yang akuntabel, Kemenpora juga merancang mekanisme promosi-degradasi antar cabang olahraga, sehingga terus memotivasi setiap cabor untuk bersaing secara positif menjadi yang terbaik. ***

wwwwww