Syuriyah PBNU Soroti Pelanggaran Organisasi, Dukungan Pemberhentian Gus Yahya Menguat
![]() |
| Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. |
JAKARTA – Keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU yang meminta Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengundurkan diri memicu gelombang dukungan publik. Risalah rapat yang berlangsung tertutup di Hotel Aston City, Kamis (20/11/2025), turut menunjukkan adanya penandatanganan resmi Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dengan kehadiran 37 dari 53 pengurus Syuriyah.
Dalam risalah tersebut, Syuriyah menilai terdapat pelanggaran serius dalam tata kelola organisasi. Salah satu sorotan adalah kehadiran narasumber yang dikaitkan dengan jaringan Zionisme Internasional dalam kegiatan AKN NU. Langkah ini dianggap bertentangan dengan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan memenuhi unsur pelanggaran sebagaimana tercantum dalam Pasal 8 huruf a Peraturan Perkumpulan NU terkait pemberhentian fungsionaris.
Selain itu, Syuriyah menyoroti indikasi ketidaksesuaian pengelolaan keuangan PBNU dengan hukum syariah, peraturan perundang-undangan, serta AD/ART NU. Temuan tersebut kemudian dibawa ke Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam untuk diputuskan melalui musyawarah.
Hasilnya, Syuriyah memerintahkan Gus Yahya mengundurkan diri dalam tiga hari sejak keputusan diterima. Jika tidak dipenuhi, Syuriyah menyatakan akan memberhentikannya secara organisasi.
Publik merespons cepat. Lewat unggahan akun Instagram RMOL, Jumat malam (21/11/2025), dukungan warganet langsung membanjiri kolom komentar.
“Mari kita kembalikan marwah NU,” tulis akun @iyanwinatasasmita.
“Wah mantap! Ini yang ditunggu-tunggu,” sambung akun @ilhamafief94.
“Setuju sekali,” ujar akun @mahrus358.
“Mantab ini, semoga gantinya lebih wara dan zuhud,” tambah akun @zain_aziiz.
Beberapa warganet menganggap keputusan tersebut datang terlambat karena menilai sudah banyak kebijakan Gus Yahya yang merugikan organisasi.
“Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” tulis akun @sadjati2929 menanggapi komentar serupa dari @asaidiali.
Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut telah memperoleh 511 likes dan 112 komentar, menandai antusiasme publik terhadap dinamika internal PBNU. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta |













