Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Banjir Bandang Agam Makin Parah, Dua Warga Hilang dan Akses Masuk Terisolasi

Banjir Bandang Agam Makin Parah, Dua Warga Hilang dan Akses Masuk Terisolasi
Seorang warga mencuci sepatunya di sisi mushola yang rusak akibat banjir bandang di kawasan Batu Busuk, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Rabu (26/11/2025).
Kamis, 27 November 2025 13:00 WIB

AGAM – Upaya evakuasi warga Malalak Timur, Kecamatan Malalak, terhenti di tengah jalan setelah akses menuju lokasi banjir bandang rusak berat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Agam menyebut tim di lapangan kesulitan bergerak karena longsor menutup sebagian besar jalur masuk.

"Tim belum bisa mengevakuasi korban karena banyak titik tanah longsor menuju lokasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Kamis (27/11/2025).

Basarnas Padang, Brimob, dan sejumlah relawan sebenarnya telah berangkat sejak Rabu (26/11) malam. Namun upaya tersebut terhenti total karena jalan terputus setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan itu selama dua hari berturut-turut. Kondisi ini membuat warga terdampak menunggu lebih lama sambil mengamankan diri ke titik yang lebih tinggi.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Agam mengirimkan tim tambahan yang akan mendirikan dapur umum di Malalak.
"Kami akan mendirikan dapur umum di lokasi untuk memenuhi kebutuhan para korban," jelas Rahmat.

Sebelumnya, tenda pengungsian telah dibangun di Jorong Malanca pada Kamis (27/11) dini hari. Sebanyak 135 Kepala Keluarga di Nagari Malalak Timur memilih mengungsi ke berbagai lokasi aman seperti Masjid Nurul Falah Limo Badak, Masjid Nurul Sa’adah Jorong Saskand, Masjid Nurul Iman Jorong Bukik Malanca, serta SDN 01 Campago.

Puluhan rumah dilaporkan rusak akibat banjir bandang yang menghantam wilayah itu pada Rabu (26/11) sore. Selain kerusakan bangunan, dua warga Malalak Timur hilang diduga terseret arus deras.
"Dua warga dilaporkan hilang terbawa banjir bandang yang terjadi Rabu sore dan identitas belum kita peroleh," ujarnya.

Rahmat menambahkan sekitar 50 warga lainnya memilih mengungsi ke Pasar Cimpago dan masjid terdekat. Namun jumlah pasti kerusakan belum dapat dipastikan karena komunikasi di wilayah tersebut sangat terbatas.
"Akses komunikasi cukup sulit di lokasi banjir bandang dan data yang kita peroleh masih sementara," katanya.

BPBD Agam akan mendirikan tenda tambahan di halaman Kantor Camat Malalak. Tim satgas beserta perlengkapan pengungsian sudah dalam perjalanan menuju lokasi itu.
"Sesampai di lokasi, tenda langsung kita bangun sembari evakuasi warga yang lainnya," sebutnya.

Pencarian dua warga yang hilang masih berlanjut, bersamaan dengan pendataan bangunan, fasilitas umum, dan lahan pertanian yang terdampak meluapnya Sungai Batang Manggoe. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww