Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
13 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
9 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
8 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Dua Menteri Diminta 'Tobat Nasuha di Bencana Sumatera, Anggota DPR: Cak Imin Harus Paham soal Kerusakan Hutan

Dua Menteri Diminta Tobat Nasuha di Bencana Sumatera, Anggota DPR: Cak Imin Harus Paham soal Kerusakan Hutan
Anggota DPR RI, Firman Soebagyo. (Foto:dpr.go.id)
Selasa, 02 Desember 2025 13:46 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sekaligus senior Partai Golkar Firman Soebagyo menyayangkan pernyataan Menko PM Muhaimim Iskandar (Cak Imin) yang mengajak untuk "Tobat Nasuha" dalam konteks bencana alam di Sumatera.

Ia menilai pernyataan tersebut tidak tepat dan tidak bijak, terutama karena disampaikan di depan publik dalam suasana duka.

Firman berpendapat, sebagai seorang tokoh agama dan Cak Imin seharusnya lebih memahami arti daripada kedukaan masyarakat yang tertimpa musibah.

"Tobat Nasuha" dan lebih fokus pada upaya membantu masyarakat yang terkena bencana. Ia juga menekankan bahwa kerusakan hutan bukanlah masalah yang terjadi dalam waktu singkat, tetapi merupakan hasil dari kebijakan yang telah berlangsung lama," kata Firman kepada wartawan, Selasa (2/12/2025).

Lebih lanjut Legislator dapil Jateng III yang cukup lama mengawal sektor kehutanan lebih paham daripada Cak Imin.

Menurutnya, sesama menteri (pembantu daripada Presiden) harusnya dalam situasi duka seperti ini lebih konsentrasi membantu presiden menyelesaikan masalah korban bencana yang sedang menimpa masyarakat diberbagai daerah itu jauh lebih arif dan bijak bukan saling menyalahkan sesama kolega di kabinet.

"Sebagai seorang Menko, Cak Imin memahami tentang kerusakan hutan bukan terjadi sebulan 2 bulan bahkan bukan setahun 2 tahun yang lalu, Tetapi kerusakan hutan ini sudah sejak 15 -20 tahun lalu akibat kebijakan menteri-menteri sebelumnya," sambung Anggota Komisi IV DPR ini.

"Walaupun mungkin ucapan 'Toba Nasuha' tersebut mungkin candaan, namun tidak tepat diucapkan didepan publik dan media dalam suasana duka," sesal anggota Baleg DPR ini.

Oleh karena itu, Firman menyarankan agar para menteri khususnya Cak Imin sebagai Menko lebih konsentrasi membantu Presiden Prabowo menyelesaikan masalah korban bencana daripada saling menyalahkan.

Ia berharap agar para pejabat lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan, terutama dalam situasi duka.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Muhaimin Iskandar atau Cak Imin merespons situasi bencana yang tengah melanda Sumatera.

Cak Imin mengatakan ia mengirim surat kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

"Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy dan langkah-langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah," ujar Cak Imin.

Ia pun menyinggung terkait “taubat nasuha,” atas rangkaian bencana yang terus berulang. "Bahasa NU-nya taubatan nasuha," sambungnya.

Lebih lanjut Cak Imin juga menyinggung soal kiamat akibat kelalaian manusia sendiri.

"Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri," ucap Cak Imin.

"Semoga yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan dan kesabaran selalu menyertai kita semua," katanya. ***

wwwwww